Menko Pemberdayaan Masyarakat Puji Habis-habisan Kinerja Wali Kota Depok, Ini Katanya

57
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar saat memberikan penghargaan kepada Wali Kota Depok, H. Supian Suri didampingi Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah.

Margonda | jurnaldepok.id
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengapresiasi dan mengaku salut dengan program car free day (CFD) yang digelar Pemerintah Kota Depok di Jalan Margonda setiap pekan.

Dimana, rogram yang diinisiasi oleh Wali Kota Depok, H. Supian Suri itu mampu meningkatkan perekonomian lokal.

“Dulu, Depok dan sekitarnya sering kali hanya dianggap sebagai kota penyangga yang kehadirannya seolah diabaikan dan tidak mandiri. Namun, di bawah kepemimpinan Pak Supian, Depok kini menjelma menjadi kota mandiri yang luar biasa,” katanya saat menghadiri Piloting 1001 Pasar Rakyat X Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda, Minggu (1/11/2026).

Dia menilai, Depok menunjukkan perkembangan pesat di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok, H. Supian Suri.

“Di bawah kepemimpinan Pak Supian, Depok makin tumbuh berkembang, Depok makin maju. Depok sebagai kota sudah mulai menunjukkan diri dan jati dirinya,” ujarnya.

Menurutnya, Depok kini mulai memperlihatkan identitas sebagai kota mandiri. Dia membandingkan kondisi tersebut dengan pandangan lama yang menempatkan Depok hanya sebagai kota penyangga Jakarta.

“Dulu Depok dan sekitar DKI dianggap kota penyangga. Adanya tidak dianggap ada. Tidak dianggap kota yang mandiri,” ucapnya.

Cak Imin, sapaan akrabnya, juga mengapresiasi geliat ekonomi masyarakat melalui kegiatan Car Free Day di Margonda. Dia bahkan memberikan pujian terhadap perkembangan CFD Depok yang dinilainya luar biasa.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ruang olahraga, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat.

“Car Free Day-nya ngalahin seluruh kota-kota di Indonesia. Luar biasa. Saya sangat bangga dan bersyukur Depok semakin hari semakin tumbuh UMKM-nya, semakin semangat masyarakatnya,” tukasnya.

Dia menyebut CFD sebagai pasar rakyat yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk berkembang.

Namun, Cak Imin mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas produk. Pelaku UMKM diminta memperhatikan mutu, keamanan pangan, serta kandungan bahan makanan yang dijual. Dia juga mendorong produk UMKM Depok memiliki standar kualitas lebih baik agar mampu menjangkau pasar lebih luas.

Selain itu, Cak Imin menyoroti besarnya potensi ekonomi Depok. Jumlah penduduk, keberadaan perguruan tinggi, serta banyaknya mahasiswa dinilai menjadi kekuatan yang perlu dikembangkan.

Dia bahkan mengusulkan pengembangan kawasan Halal Street untuk memperluas peluang usaha masyarakat. Konsep tersebut diharapkan menjadi pusat perdagangan makanan halal yang beroperasi lebih luas, tidak hanya saat CFD.

Cak Imin berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan agar UMKM semakin berkembang dan pendapatan masyarakat meningkat.

“Karena itu, kita harus terus dukung Depok mandiri sekaligus maju dan rakyatnya sejahtera,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Cak Imin menyoroti pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui konsep “1001 Pasar Rakyat”.

Ia menilai ruang publik seperti Car Free Day merupakan wadah strategis bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produk secara bebas, sekaligus momen untuk melakukan kurasi demi meningkatkan kualitas barang yang dijual.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia untuk lebih optimal memanfaatkan fasilitas umum guna mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

“Seluruh kota dan kabupaten harus berani memanfaatkan fasilitas umum untuk menampung UMKM sebanyak-banyaknya dan mendirikan ‘1001 Pasar Rakyat’ agar perekonomian masyarakat kita semakin maju,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here