
Margonda | jurnaldepok.id
Tim bola basket putra Kota Depok lolos delapan besar atau perempat final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2026.
Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Depok, Drajat Karyoto kepada wartawan mengatakan, tim basket putra Kota Depok lolos ke babak 8 besar karena pada pertandingan ketiga selanjutnya tim Kuningan mengundurkan diri, sehingga menang walkover (WO).
“Kemungkinan besar tim Depok akan berhadapan dengan Kabupaten Bogor atau Karawang, dan memiliki peluang menang karena pernah bertanding melawan mereka,” katanya, Rabu (4/11/2026).
Sebagai evaluasi, secara materi dan pengalaman pemain sudah cukup memadai. Fokus perbaikan meliputi fisik anak-anak serta pemulihan bagi pemain yang mengalami cedera. Waktu jeda yang cukup panjang akan dimanfaatkan untuk istirahat dan memulihkan kondisi.
“Pemberian motivasi ekstra diperlukan agar semangat dan fight para pemain semakin meningkat,” ujarnya.
Drajat menambahkan, untuk cabang olahraga basket putra baru pertama kali tanding di ajang Porprov. Sementara itu, tim bola bakset wanita Depok juga melaju ke delapan besar Porprov 2026.
Sementara itu, pelatih tim bola basket pria Kota Depok, Linus Bungaran Judianto Naingolan, menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama mental bertanding dan komunikasi pertahanan.
Linus mengakui anak asuhnya sempat mengalami demam panggung pada awal pertandingan.
“Persiapannya pasti kita akan lebih baik lagi. Kesalahan pertama kita masalah gugup panggung. Kita tidak mau lagi itu terjadi kedua kalinya, apalagi kita tuan rumah. Tadi sudah banyak Pak Wali Kota juga menonton. Kita Depok tidak mau kasih malu,” katanya.
Ia menjelaskan, timnya telah menjalani latihan intensif dua kali sehari untuk menghadapi persaingan di Porprov Jabar 2026.
Evaluasi juga langsung disiapkan agar kesalahan saat menghadapi Indramayu tidak terulang pada pertandingan berikutnya. Salah satu perhatian utama pelatih adalah jumlah pelanggaran atau team foul yang dilakukan pemain. Menurut Linus, total pelanggaran tim pada dua kuarter pertama mencapai 14 kali.
“Evaluasinya ada masalah tentang foul. Total foul kita dari kuarter satu dan dua ada 14. Kita memperbaiki dari segi foul-nya dan komunikasi defense-nya juga kita perbaiki,” jelasnya.
Di balik kemenangan besar atas Indramayu, Linus mengungkapkan tim basket Depok mengandalkan karakter permainan cepat atau run and gun. Strategi tersebut mengutamakan kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang sekaligus membuka peluang tembakan bagi seluruh pemain. n Aji Hendro








