
Cipayung | jurnaldepok.id
Seorang Kepala Kelurahan Pondokjaya, Kecamatan Cipayung, Marbawi mengaku didatangi dan diiancam oleh empat pria berpakaian serba hitam.
Berdasarkan informasi dilapangan kejadian tersebut berawal saat dirinya sedang ada diruangan usai kegiatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL dari BPN Kota Depok.
Setelah selesai kegiatan, Lurah Pondokjaya masuk ke ruang di Kantor Kelurahan. Saat sedang di dalam ruangan tiba-tiba datang empat pria berpakaian hitam-hitam dan menyuruh lurah untuk melakukan tanda tangan.
Sementara itu Marbawi, Lurah Pondokjaya, Kecamatan Cipayung, membenarkan kedatangan empat pria berpakaian serba hitam. Dia mengatakan saat itu dirinya bersama warga, ketua RW dan LPM sedang mengikuti program PTSL.
“Setelah selesai kegiatan PTSL saya masuk ke ruangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Namun, saat berada di ruangan tiba-tiba empat pria berpakaian kemeja hingga celana berawarna hitam dan dibelakangnya ada tulisan.
“Tulisan dibelakangnya saya enggak engeh,” katanya.
Kemudian empat pria tersebut memaksa sampai ada ancaman kepada dirinya untuk tanda tangan di atas kertas.
“Namun saya enggak mau, tapi empat pria itu tersebut memaksanya,” ungkapnya.
Melihat kondisi itu, dia kemudian memanggil Sekretaris Lurah dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa yang saat itu sedang berada di kantor kelurahan. Akhirnya empat pria berpakaian serba hitam kemudian meninggalkan kantor Kelurahan Pondokjaya.
Marbawi menambahkan, empat pria tersebut memaksa dirinya untuk tanda tangan berkas berkaitan dengan SDN Pondokjaya.
“Sampai saat ini saya belum tanda tangan dan menunggu arahan pimpinan,” pungkasnya. n Aji Hendro








