
Jakarta | jurnaldepok.id
Menghadapi potensi banjir yang dapat mengganggu aktivitas operasional dan keselamatan kerja, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pulogadung berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menggelar Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat Banjir. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi situasi darurat sekaligus memperkuat upaya mitigasi risiko bencana di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan potensi bahaya, prosedur tanggap darurat, serta langkah penanganan sebelum, saat, dan setelah banjir terjadi. Simulasi juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, memastikan pemahaman terhadap prosedur keselamatan, serta meningkatkan efektivitas koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat.
Manager UPT Pulogadung, Rizal Pahlevi, mengatakan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang harus dibangun secara konsisten. Menurutnya, pemahaman terhadap prosedur dan peran masing-masing personel akan membantu memastikan tindakan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan setiap pegawai memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, khususnya banjir. Sinergi dengan BPBD Provinsi DKI Jakarta memberikan penguatan dalam memahami risiko dan prosedur penanganan, sehingga keselamatan personel tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Himmel Sihombing menegaskan, mitigasi bencana merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan personel dan keandalan sistem transmisi tenaga listrik. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak sebelum bencana terjadi, disertai langkah penanganan yang terukur ketika kondisi darurat berlangsung.
“PLN UIT JBB terus memperkuat upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir yang dapat berdampak pada instalasi dan operasional ketenagalistrikan. Apabila banjir terjadi, kami harus sigap melakukan pemantauan kondisi di lapangan, mengidentifikasi potensi risiko, mengamankan personel dan aset ketenagalistrikan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Setiap tindakan harus mengutamakan keselamatan dan mengacu pada prosedur yang berlaku, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan dan keandalan penyaluran tenaga listrik tetap terjaga,” ujar Himmel.
PLN UIT JBB terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui peningkatan kompetensi personel, penerapan prosedur keselamatan, serta sinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk melindungi keselamatan pekerja, menjaga aset ketenagalistrikan, dan mempertahankan keandalan penyaluran listrik bagi masyarakat. n Asti Ediawan








