Alami Kebakaran, KLH Beri Perhatian Serius Terhadap Kondisi TPA Cipayung

12
Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup KLH, Ardyanto Nugroho saat berbincang dengan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah di TPA Cipayung.

Cipayung | jurnaldepok.id
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan perhatian khusus setelah peristiwa kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan, pemerintah mengingatkan masih adanya potensi titik panas di bawah timbunan sampah yang dapat memicu kebakaran kembali.

Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup KLH, Ardyanto Nugroho mengatakan, tim KLH langsung turun ke lokasi sejak malam saat kebakaran terjadi.

“Kita ambil pelajaran dari kejadian terbakarnya TPA Jatiwaringin beberapa waktu yang lalu. Setelah itu, Pak Deputi Gakkum melakukan dan mengingatkan kepada seluruh Kepala Dinas LH Provinsi, Kabupaten, Kota di seluruh Indonesia akan risiko terjadinya kebakaran TPA dan ternyata betul, terjadi di beberapa tempat, salah satunya di sini,” katanya, Senin (21/7/2026).

Ardyanto juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang dinilai mampu mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas ke area lain.

“Syukur alhamdulillah ini bisa ditangani dengan cepat oleh seluruh jajaran Pemkot Depok,” ucapnya.

Untuk memastikan kondisi TPA benar-benar aman, pihak KLH menggunakan drone termal guna memantau kemungkinan adanya titik panas yang tidak dapat terlihat secara langsung.

Berdasarkan hasil pemantauan, api di permukaan sudah tidak lagi terdeteksi. Namun, analisis drone menunjukkan masih terdapat potensi titik panas di bawah timbunan sampah yang memerlukan penanganan lanjutan.

“Kami menerbangkan drone termal untuk menganalisa apakah masih terdapat titik api atau tidak. Dari hasil analisa drone termal kami untuk titik api permukaan memang sudah tidak ada. Tapi ada risiko di bawah permukaan yang harus dimitigasi risikonya,” ujarnya.

Dia mengatakan hasil analisis sementara menunjukkan titik panas bawah permukaan masih terdeteksi sehingga proses pembasahan harus terus dilakukan.

“Dan ini masih berdasarkan hasil analisa, masih terdapat yang di bawah permukaan. Oleh karena itu, kami tadi berdiskusi dengan Pak Wakil Wali Kota Depok bahwa kegiatan pembasahan itu masih harus tetap dilakukan,” tukasnya.

Untuk mengantisipasi munculnya kembali api, KLH melakukan pemantauan berkala menggunakan drone termal setiap tiga jam.

“Kami pantau melalui drone termal setiap 3 jam untuk memantau titik-titik api, terutama yang di bawah permukaan,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni menambahkan, aktivitas pengangkutan sampah kembali berjalan meski petugas masih terus memantau area bekas kebakaran untuk mengantisipasi potensi gangguan.

Alat berat di kawasan TPA Cipayung kembali beroperasi untuk memindahkan sampah menuju bagian atas timbunan secara bertahap setiap hari. Pengoperasian alat berat dilakukan agar aktivitas pengelolaan sampah tetap berjalan setelah proses pemadaman selesai dilakukan seluruh petugas.

Pemkot Depok juga memperkuat langkah pencegahan dengan meminta petugas pemadam melakukan penyiraman kawasan TPA sebanyak dua kali.

“Langkah tersebut kami harapkan mampu menjaga kelembapan tumpukan sampah sehingga risiko munculnya kebakaran kembali dapat ditekan secara maksimal,” katanya.

Reni menjelaskan, TPA Cipayung kembali melakukan aktivitas pengelolaan sampah. Sejumlah kendaraan truk pengangkut sampah masih beroperasi mengangkut sampah dari sejumlah wilayah Kota Depok sehingga tidak ada penumpukan sampah.

Dia menambahkan pasca terjadinya kebakaran sejumlah langkah yang akan dilakukan antara lain dengan menerbitkan surat edaran larangan merokok dan membawa benda-benda yang berpotensi menimbulkan percikan api di kawasan TPA Cipayung. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here