
Sawangan | jurnaldepok.id
Meski pekerjaan pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda baru sebulan dilaksanakan namun progres pencapaian hasil pekerjaan terbilang cukup baik dan telah sesuai harapan.
Konsultan Pelaksana Proyek pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda, Muhammad Nur memperkirakan pencapaian hasil kegiatan pekerjaan sudah dikisaran 15 persen meliputi penyelesaian pembuatan turap dan saluran air (drainase) sisi badan jalan serta pembangunan konstruksi jembatan di Jalan Pemuda.
“Sekarang progres pekerjaan sudah sekitar 15 persen, dan kami masih fokus pada penyelesaian pembuatan saluran air, turap badan jalan dan pembangunan jembatan di Jalan Pemuda,” ungkap M. Nur.

Dikatakannya, prosentase pencapaian kegiatan selama 32 hari kerja terbilang cukup bagus, sebab dalam fase awal pengerjaan sebuah proyek pembangunan jalan memang membutuhkan waktu agak lama, mengingat banyak hal yang harus dibenahi sebagai persiapan sebelum masuk pada sesi pembuatan badan jalan.
“Fase awal dan finishing merupakan sesi yang paling krusial dalam pelaksanaan pekerjaan sebuah proyek dan paling banyak menyita waktu,” imbuhnya.
Pernyataan senada disampaikan oleh Haridin selaku Mandor proyek Pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda.
“Jika fase awal telah terselesaikan maka pengerjaan sesi selanjutnya akan lebih cepat, namun nanti di tahapan finishing kembali membutuhkan waktu agak lama,” tandasnya.
Meski demikian, dia mengaku optimistis proyek pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda dapat rampung sebelum akhir tahun.
“Insha Allah sebelum akhir bulan Desember 2026 pekerjaan sudah beres semua, apalagi jika cuaca terus bagus seperti sekarang,” ungkapnya.
Saat disinggung terkait empat bangunan yang belum juga dibongkar, Direktur PT. Lagoa Nusantara selaku kontraktor pelaksana proyek pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda, Wismarck Tiller mengatakan sedang menunggu instruksi dari pemerintah.
“Soal itu kami akan menunggu instruksi dari Pemda, kalau sudah ada instruksi bongkar maka akan langsung kami bongkar, tapi jika belum ada instruksi bongkar, kami tidak akan sentuh,” pungkas Bram sapaan Wismarck Tiller. n Asti Ediawan








