Harga Kedelai Melonjak, Pengrajin Tahu Tempe Menjerit

241
Salah satu pengrajin tahu AS yang berada di wilayah Limo.

Limo | jurnaldepok.id
Meningkatnya harga kacang kedelai pada sebulan terakhir sangat berdampak terhadap kelangsungan usah para pengrajin Tahu – Tempe di sejumlah wilayah di Kota Depok.

Sebagian pengrajin kini bahkan mengaku nyaris tak lagi sanggup melanjutkan produksi tahu – tempe lantaran harga beli kacang kedelai sebagai bahan baku produk tak lagi seimbang dengan harga jual hasil produksi.

Puji selaku Manajer Produksi dan Pemasaran Tahu AS mengatakan, harga kacang kedelai yang cenderung terus meningkat semakin mempersulit kelangsungan usaha produksi Tahu sebab dalam kondisi daya beli masyarakat yang masih sangat rendah, pihaknya tidak mungkin menaikkan harga jual tahu karena jika hal itu dipaksakan dikhawatirkan akan mengurangi omset penjualan.

“Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih sekarang ditambah lagi dengan melonjaknya harga bahan baku produksi yang membuat kondisi usaha sekelas pengrajin kayak kami menjadi semakin sulit,” ujar Puji.

Tak hanya produsen Tahu Tempe, kenaikan harga kacang kedelai juga dikeluhkan oleh sejumlah pedagang gorengan.

Darmaji, salah satu pedagang gorengan di wilayah Gandul mengaku terpaksa mengurangi ukuran gorengan lantaran sebagai dampak dari kenaikan harga beli bahan gorengan.

“Untuk menaikkan harga jual saya takut malah dagangan enggak laku, satu satunya cara mengurangi sedikit ukuran gorengan biar masih ada untung nya,” katanya.

Sementara itu, Yudi (35), produsen tahu tempe di Cengkareng menyebut kenaikan harga kedelai membuat dirinya terpaksa harus merogoh modal lebih untuk biaya produksi.

“Karena kita kan belinya per ton, ya. Jadi kalau ada kenaikan di Rp1.000 itu ya nambahnya Rp1 juta per ton,” kata Yudi seperti dilansir dari antaranews.com, kemarin.

Yudi menyebut, sebelum naik Rp1.000, harga kedelai hanya Rp10.200 per kilogramnya.

“Kalau dari kenaikan kedelai itu dari harga sebelumnya itu kisaran naik Rp1.000 lah, sebelumnya harga Rp10.200 per kg,” kata dia.

Bahkan, kata Yudi, harga kedelai sempat menyentuh harga Rp14.000 belum lama ini.

“Pernah sampai Rp14.000 ya, kalau sekarang sebenarnya harga itu masih aman lah,” tutur dia.

Namun, lanjut dia, kendati kenaikan harga masih ada pada taraf aman, pengecer menjadi golongan yang paling terdampak, sebab mereka juga terjepit oleh harga plastik yang turut naik.

“Cuma kan kalau dari segi pengeteng itu, harga plastik juga kan naik. Buat mereka ecer kan kemasan plastik utamanya ya,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here