Harganya Meroket Toge Menghilang di Pasaran, Pedagang Ketoprak Menjerit

64
ilustrasi

Sawangan | jurnaldepok.id
Pedagang ketoprak di wilayah Depok menjerit lantaran harga toge kini melambung tinggi. Hal itu dikatakan Kodim Munawar, salah satu penjual ketoprak yang biasa mangkal di depan SPBU Pengasinan, Sawangan.

“Iya, sudah hampir tiga hari ini enggak ada toge. Biasanya per kilo Rp 12.000 kini infonya tembus Rp 30 ribu per kilo,” ujar Kodim kepada jurnaldepok.id, Selasa (16/06/2026).

Dikarenakannya, kini toge tidak ada di pasaran. Kodim pun harus mencari siasat penggantinya sebagai campuran ketoprak.

“Infonya baru ada lagi hari Kamis esok, sekarang enggak ada yang jualan di pasar. Untuk sementara yang tadinya pakai toge kini kami ganti dengan kol,” paparnya.

Ungkapan senada dilontarkan oleh Nabrowi, penjual ketoprak di depan Perumahan Telaga Golf Sawangan. Bahkan, dirinya terpaksa harus libur jualan karena tidak ada toge.

“Toge susah sekarang, jadi jualan terpaksa libur. Memang ada beberapa penjual yang menggantinya dengan kol, tapi saya enggak. Mudah-mudahan dalam waktu dekat toge sudah ada lagi di pasaran, infonya sekarang penjual toge lagi mogok,” tandasnya.

Sementara itu penjual gorengan di depan Gang Rambutan, Sawangan, Mas Jablay mengatakan, tidak hanya toge, tapi wortel pun mengalami kenaikan sangat signifikan.

“Tadinya harga wortel hanya Rp 12.000 per kilo, kini harganya sudah Rp 18.000 per kilo. Meski harga sayuran naik tapi saya enggak berani menaikan harga jual gorengan,” ungkapnya.

Edi Jamali, pedagang sayuran di wilayah Parung Bingung, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, terpaksa tidak menjual toge sudah beberapa hari ini.

“Sudah beberapa hari enggak jual toge, barangnya enggak ada di pasar. Awalnya cuma Rp 10.000 per kilo, infonya bakal naik jadi Rp 15.000,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here