Manfaatkan Lahan Fasos Fasum, Pelaku UMKM Komplek Marinir Tumbuh

153
Terlihat pelaku UMKM saat menjajakan barang dagangannya di kawasan Komplek Marinir.

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Terobosan jajaran pengurus lingkungan perumahan Komplek Marinir Rw 06, Kelurahan, Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, mengoptimalkan lahan fasum untuk kegiatan pemberdayaan pelaku UMKM patut diapresiasi oleh semua kalangan.

Pasalnya selain dapat membantu masyarakat dalam mencari kebutuhan sehari hari, pengadaan lapak kuliner yang menempati areal seputar taman RW juga sangat membantu para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya.

Ketua RW 06, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, H. Sugeng Nartono mengatakan gagasan untuk mengotimalkan lahan taman RW sebagai tempat pengembangan UMKM muncul lantaran kawasan tersebut menjadi pusat keramaian dan banyak dikunjungi oleh masyarakat baik warga komplek Marinir maupun warga sekitar yang ingin membeli kebutuhan sehari hari.

“Alhamdulillah setelah ditata ternyata Teras Rw banyak dikunjungi oleh masyarakat dan kesempatan itu dioptimalkan oleh para pedagang makanan dan minuman untuk mengais rejeki, kami telah mengatur waktu pelaksanaan berjualan bagi pedagang makanan dan minuman di areal taman RW agar tidak mengganggu kelancaran aktivitas berkendaraan dan kegiatan masyarakat setempat,” tegas Sugeng.

Agar lokasi tempat berdagang tidak terlalu penuh, Sugeng mengatakan pihaknya telah mengatur jadwal berjualan dilokasi itu bagi para pedagang yang disesuaikan dengan jenis dagangannya.

“Kami menetapkan tiga shif bagi pedagang yang mangkal di seputar teras taman yakni dari pukul 6.00 wib hingga pukul. 10.00 wib untuk pedagang sarapan pagi seperti bubur ayam, bubur kacang ijo, lontong sayur dan sejumlah jenis panganan pagi hari,” ujarnya.

Pada siang hari mulai pukul 10.00 wib tempat mangkal pedagang digantikan oleh para pedagang makanan dan minuman ringan dan selanjutnya digantikan oleh pedagang yang menjual berbagai jenis santapan malam seperti martabak, nasi goreng dan sejumlah jenis santapan malam lainnya.

“Kami sengaja mengatur jadwal berjualan agar lebih optimalisasi lahan taman teras bisa lebih efektif dan semua warga sudah tau semua pedagang apa saja yang mangkal di teras taman komplek marinir,” urainya.

Meski kawasan teras taman tak pernah sepi dari kunjungan warga, namum dia memastikan keberadaan pedagang tidak mengganggu kelancaran aktivitas warga lainnya seperti olah raga dan kegiatan warga lainnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here