

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sejumlah warga di wilayah Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Kecamatan Pancoran Mas mempertanyakan menu makanan bergizi gratis (MBG) untuk anak Balita yang didistribusikan, Senin (27/04/26).
Pasalnya, paket MBG hanya berisikan, nasi putih, kacang goreng, telor dadar, jagung dan pisang.
Sebagian warga meragukan kecukupan gizi dari sajian menu MBG tersebut serta mempertanyakan apakah nilai harga setiap porsi MBG untuk Balita sudah sesuai dengan penetapan nilai paket MBG yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Rp 8.000 / porsi.
Suso salah satu warga mengaku sangat miris dengan masih banyaknya keluhan masyarakat terkait menu makanan bergizi gratis seraya berharap hal ini dapat menjadi bahan evaluasi nagi pihak pihak yang terkait dalam realisasi program MBG.
“Ya, kita enggak boleh juga tutup mata dengan masih adanya komplain dari masyarakat terkait kelayakan menu MBG, ini harusnya bahan evaluasi agar kualitas MBG semakin baik,” ujar Susi.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Rw 03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Misbahudin mengaku siap mengkonfirmasikan prihal ini kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengetahui apakah penyajian menu tersebut sudah sesuai dan memenuhi standar kelayakan atau tidak.
“Nah, coba nanti kita pertanyakan dulu dengan pihak SPPG karena yang tahu betul soal standar pemenuhan gizi tentunya ahli gizi yang ada di setiap SPPG selaku pihak yang membuat menu MBG,” ujar Misbahudin.
Terlepas dari semua itu, Misbah meminta kepada masyarakat agar tidak serta merta memberikan penilaian negatif terhadap kualitas menu MBG sebab kata dia semua menu yang dihidangkan sudah melalui skrining ketat oleh ahli gizi di setiap SPPG.
“Ya, terkadang kita melihat sajian menu yang tampak sangat sederhana dan sepele namun ternyata telah memenuhi standar kecukupan gizi, begitu juga sebaliknya belum tentu sajian menu yang tampak mewah, mahal dan berlimpah itu telah memenuhi standar kecukupan gizi, mari kita kawal bersama program MBG yang digulirkan oleh Pemerintah guna mewujudkan generasi emas tahun 2045, sebab tujuan diadakannya MBG merupakan realisasi niat baik pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutupnya. n Asti Ediawan








