Diikuti Peserta dari Berbagai Negara, Kontes Ikan Cupang Depok jadi Calender Event

6
Perwakilan Pemkot Depok saat foto bersama dengan panitia penyelenggara kontes ikan cupang.

Laporan: Aji Hendro
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok menyelenggarakan kontes ikan cupang yang digelar di Gedung Baleka, Jalan Margonda Raya, Depok. Acara ini digelar hasil kerja sama dengan Manson Cupang Reot dan memperebutkan Piala Wali Kota Depok, Supian Suri. Antusias peserta sangat tinggi mengikuti kontes ini.

Ketua Panitia Kontes Ikan Cupang Piala Wali Kota Depok Supian Suri, Raka Adiputra mengatakan, kontes menggunakan tiga penilaian standar, yakni International Betta Contest (IBC), Standar Nasional Indonesia (SNI), serta kategori kolektor.

“Dari total peserta, 702 ikan masuk kelas IBC, 359 ikan di kelas SNI, dan 249 ikan dalam kategori kolektor,” katanya.

Penjurian dilakukan secara ketat oleh 10 juri. Yang terdiri dari empat juri nasional, lima juri standar IBC, serta satu juri khusus kategori kolektor.

“Aspek yang dinilai meliputi warna, anatomi tubuh, hingga kondisi fisik ikan secara keseluruhan,” jelasnya.

Semengtara itu Anggota DPRD Depok, Mazhab HM mengatakan, kontes ikan cupang perlu dimaksimalkan dan didorong menjadi agenda rutin yang digelar di Kota Depok. Dikatakan, komunitas pecinta ikan cupang di Depok sangat besar, namun belum semuanya terjangkau oleh program pemerintah.

“Kontes ini harus menjadi agenda rutin, minimal satu tahun sekali. Komunitas ikan cupang di Depok sangat banyak, tapi belum semuanya tersentuh. Pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi mereka,” katanya.

Ia menegaskan, ikan cupang bukan sekedar hobi, melainkan komoditas bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal hobi. Ikan cupang bisa menghasilkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Potensinya sangat besar,” ujarnya.

Peserta yang ikut kontes ini ada yang berasal dari luar negeri. Misalnya dari Amerika Serikat, Malaysia, dan Filipina.

“Pesertanya luar biasa, bukan hanya nasional, tetapi juga internasional. Ada dari Amerika, Malaysia, dan Filipina. Ini menunjukkan bahwa kontes ini punya daya tarik global,” ucapnya.

Kehadiran peserta kontes ikan cupang mancanegara menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor ekonomi kreatif di Kota Depok. Menurutnya, ini momentum yang harus dimanfaatkan untuk menarik investasi, khususnya di bidang perikanan hias.

“Dengan hadirnya peserta dari luar negeri, ini bisa membuka peluang investasi ke Depok. Jangan dianggap sepele, karena dampaknya bisa sangat besar ke depan,” tukasnya.

Mazhab menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kontes ikan cupang ke depan. Ia bahkan mengaku memiliki kedekatan emosional dengan dunia ikan cupang karena telah menjadi penghobi sejak kecil.

“Saya pribadi penghobi ikan cupang sejak kecil sampai sekarang. Jadi saya sangat mendukung kegiatan seperti ini agar terus dikembangkan,” ucapnya.

Ia berharap, ke depan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat lebih serius menggarap potensi sektor perikanan hias sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal berbasis komunitas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here