
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Jajaran praktisi pendidikan dan Komite SDN Parung Bingung meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk melakukan perbaikan dan penambahan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kepala SDN Parung Bingung, Ami mengatakan selain butuh penambahan ruang kelas baru (RKB), saat ini cukup banyak fasilitas sekolah yang sudah perlu diperbaiki lantaran telah mengalami kerusakan seperti toilet untuk siswa, kantin, dan perbaikan konstruksi halaman sekolah.
“Jumlah murid kami lebih dari 600 siswa sementara ruang kelas belajar hanya ada 10, selain itu ada beberapa fasilitas sekolah yang butuh diperbaiki, oleh sebab itu kami sangat berharap tahun depan sekolah kami bisa dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” ujar Ami yang diamini oleh Amanda selaku Ketua Komite SDN Parung Bingung.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Wahid Suryono akan mengatakan akan mengupayakan perbaikan sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar di SDN Parung Bingung.
“Ya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya membenahi fasilitas pendidikan dengan mengoptimalkan alokasi anggaran yang tersedia termasuk perbaikan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di SDN Parung Bingung,” papar Wahid usai melakukan pemantauan sejumlah fasilitas pendidikan di SDN Parung Bingung.
Tak ingin ketinggalan, Anggota DPRD Kota Depok daerah pemilihan Kecamatan Pancoran Mas, H. Mazhab HM mengatakan akan mendorong upaya penambahan ruangan dan perbaikan sejumlah fasilitas penunjang KBM SDN Parung Bingung.
“Memang betul ada beberapa fasiltas sekolah SDN Parung Bingung yang perlu dibenahi, kami akan berupaya mendorong percepatan perbaikan dan pembangunan gedung SDN Parung Bingung,” janji Politisi senior partai berlambang Ka’bah.
Pernyataan yang sama di sampaikan oleh Camat Pancoran Mas, Mustakim. Sebagai salah satu alumni SDN Parung Bingung, Mustakim menilai gedung SDN Parung Bingung memang perlu diperbaiki lantaran sudah banyak fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang sudah mengalami kerusakan.
“Kalau melihat kondisinya saya rasa gedung sekolah ini memang perlu direnovasi karena banyak fasilitas penunjang KBM yang sudah rusak,” tutup Mustakim. n Asti Ediawan








