Pemkot Depok Beri Ruang Berkreasi dan Berekspresi untuk Sanggar Tari

112
Kegiatan pelatihan Program Pendidikan dan Pelatihan kepada 113 siswa Ayodya Pala, Calon Pelatih dan Pelaku Seni Ayodya Pala (AP One) Angkatan ke-5 di Kawasan Balaikota Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas.

Laporan: Aji Hendro
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Depok memberikan kesempatan seluruh sanggar yang ada di Kota Depok untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah.

Kepala Disporyata Kota Depok, Eko Herwiyanto mengatakan itu saat membuka kegiatan pelatihan
Program Pendidikan dan Pelatihan kepada 113 siswa Ayodya Pala, Calon Pelatih dan Pelaku Seni Ayodya Pala (AP One) Angkatan ke-5 di Kawasan Balaikota Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas.

Dia menambahkan, kesempatan tersebut diberikan secara bergilir agar sanggar seni dapat menampilkan karya mereka dalam berbagai event pemerintah.

“Kami berikan secara bergilir kepada sanggar-sanggar yang ada di Kota Depok untuk menampilkan karya-karya mereka dalam event-event, terutama yang diselenggarakan oleh pemerintah,” katanya, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, pola tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membuka ruang bagi sanggar-sanggar lokal untuk memperkenalkan dan mengembangkan karya seni kepada masyarakat.

“Paling aktual adalah di Lebaran Depok. Kami membuat jadwal yang insyaallah bisa mengakomodir banyak sanggar-sanggar yang ada di Kota Depok untuk menampilkan karya-karya mereka,” ujarnya.

Disporyata Kota Depok mendukung upaya regenerasi pelatih sanggar seni melalui pelatihan calon pelatih tari yang digelar Sanggar Ayodya Pala.

Eko mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diikuti 113 peserta.

Menurutnya, pelatihan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sekaligus menjaga keberlangsungan sanggar seni di Kota Depok.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan pelatihan calon pelatih tari yang dilakukan oleh Ayodya Pala. Ini merupakan bentuk manajemen sanggar yang cukup bagus, salah satunya dengan mempersiapkan regenerasi para pelatih di kemudian hari,” ucapnya.

Menurut Eko, regenerasi pelatih penting untuk menjaga keberlangsungan sanggar serta meningkatkan kualitas karya dan penampilan seni yang dihasilkan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sanggar-sanggar lain di Kota Depok dalam menerapkan pengelolaan yang lebih modern, khususnya dalam penyiapan SDM dan peningkatan kualitas karya.

“Mudah-mudahan ini juga menjadi inspirasi untuk sanggar-sanggar yang lain di Kota Depok, terutama dalam rangka pengelolaan sanggar yang modern,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Ayodya Art Center, Denta Mandra Pradipta Budiastomo menambahkan,
Ayodya Art Center menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan kepada 113 siswa Ayodya Pala, Calon Pelatih dan Pelaku Seni Ayodya Pala (AP One) Angkatan ke-5.

Program AP One menjadi bagian dari upaya Ayodya Pala meningkatkan kapasitas, kreativitas, karakter, dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang seni tari.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah kaderisasi untuk menyiapkan generasi baru yang dapat melanjutkan proses pembinaan seni di lingkungan sanggar,” katanya.

Dia menambahkan, peningkatan kapasitas calon pelatih dan pelaku seni penting dilakukan agar proses pembinaan di sanggar tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis menari.

Calon pelatih juga perlu dibekali kreativitas, karakter, kedisiplinan, dan profesionalisme.

Melalui AP One Angkatan ke-5, para peserta mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi pelatih dan penggiat seni yang mampu meneruskan proses pembinaan kepada generasi berikutnya.

“Program ini juga menjadi bagian dari keberlanjutan pembinaan sumber daya manusia di Ayodya Pala yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here