Puluhan Jurnalis Kota Depok Panjatkan Doa untuk Rekan Sejawat

23
Para jurnalis di Kota Depok saat melakukan doa bersama untuk rekan sejawat.

Margonda | jurnaldepok.id
Jurnalis di Kota Depok dari berbagai organisasi seperti dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melaksanakan doa bersama. Doa bersama dilakukan untuk lima jurnalis yang hingga kini masih hilang kontak saat menjalankan tugas di wilayah terdampak Gunung Anak Krakatau di perairan Pandeglang, Banten.

Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal, jurnalis freelance.

Aksi doa bersama dilaksanakan di Depok Open Space (DOS), Jalan Margonda Kecamatan Pancoran Mas turut dihadiri Kapolresta Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra, Dandim 0508 Depok Kolonel (Inf) Ginanjar Wahyutomo.

“Doa menjadi bentuk kepedulian sekaligus harapan agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Lima jurnalis yang saat itu sedang menjalankan tugas di wilayah terdampak dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, khususnya insan pers, untuk bersama- sama mendoakan agar proses pencarian yang dilakukan Basarnas, Polri, dan TNI membuahkan hasil.

“Musibah tersebut tidak hanya menjadi persoalan bagi keluarga maupun rekan seprofesi,” katanya, Kamis (10/9/2026).

Peristiwa itu, lanjutnya, juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan empati di tengah masyarakat. Di Kota Depok sendiri, dampak abu vulkanik juga mendapat perhatian dari jajaran Polres Metro Depok.

Personel kepolisian telah melakukan pembagian masker kepada masyarakat di sejumlah titik persimpangan dan jalan raya di Kota Depok. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.

Selain pembagian masker, jajaran Polres Metro Depok juga melakukan penyiraman di sejumlah titik jalan. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi dampak debu yang berpotensi beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.

Masyarakat Depok dan sekitarnya diharap tidak panik. Ia menilai kondisi saat ini sudah berangsur membaik dan relatif kondusif. Salah satu indikatornya adalah kembali beroperasinya Bandara Soekarno-Hatta.

Di tengah kepungan informasi mengenai bencana, doa yang dipanjatkan jurnalis pagi itu menjadi pesan sederhana.

Di balik setiap berita tentang bencana, ada manusia yang sedang menunggu kabar tentang keselamatan orang-orang yang mereka cintai.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Depok, Iyung Rizki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan moral dari para jurnalis di Kota Depok kepada rekan-rekan seprofesi yang sedang menghadapi situasi darurat.

“Hari ini teman-teman jurnalis yang bertugas di Kota Depok ikut memberikan support kepada teman-teman kita yang masih hilang kontak di Selat Sunda. Ada dari PWI Kota Depok, IJTI, PFI,” katanya.

Ia berharap kelima jurnalis, termasuk kru kapal dan awak kapal yang turut berada dalam rombongan, dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kita berharap teman-teman kita selamat, termasuk kru dan ABK kapal serta kaptennya. Semoga semuanya ditemukan dalam keadaan selamat, tanpa kurang satu apa pun,” ujarnya.

Iyung juga mengajak seluruh insan pers untuk mendoakan tim TNI, Polri dan Basarnas yang saat ini masih berjibaku melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.

“Kita juga berdoa agar unsur TNI, Polri dan Basarnas yang berjibaku dalam pencarian diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. Apalagi mereka juga harus mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan atau hal-hal lain yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo atau Dido mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

Di mata Dido, rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau sejatinya memperjuangkan kemerdekaan pers.

Pejuang-pejuang jurnalis ini termasuk memperjuangkan kemerdekaan pers, yang sudah tercantum di Undang-Undang Pers Pasal 40.

“Kami berharap insan-insan pers, masyarakat, serta lembaga-lembaga terkait bisa mendoakan dan membantu teman-teman, bisa optimistis bahwa masih selamat dan sehat, kembali kepada keluarga,” katanya.

Dido mengapresiasi perjuangan TNI-Polri, Basarnas, hingga nelayan setempat yang berjuang mencari keberadaan 5 jurnalis yang hilang.

Saat ini, PFI terus mengawal proses pencarian, melakukan verifikasi data, serta memberikan pendampingan langsung kepada keluarga korban. Ia juga meminta publik menghormati privasi keluarga korban yang enggan diwawancarai saat ini.

“Bahwa jurnalis, berita, tetap menjadi hal penting bagi tegaknya pilar demokrasi dan jurnalis tetap sebagai pahlawan demokrasi untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here