Pemkot Depok Komitmen Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

1
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat berfoto bersama dengan Guru PAUD.

Laporan: Aji Hendro
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen untuk memperkuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan itu saat menghadiri perayaan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Depok di Pendopo Alun-alun Timur, Kecamatan Cilodong.

Dia menambahkan, pemerintah harus hadir bersama PAUD bukan karena urusan politik.

“Ini karena pemerintah pusat sudah mewajibkan anak-anak kita melalui proses pendidikan usia dini,” katanya, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, PAUD memiliki peran penting dalam menyiapkan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Karena itu, Pemkot Depok memberikan perhatian terhadap keberlangsungan lembaga PAUD, TK, dan RA.

Supian menyebut, Pemkot Depok mengalokasikan bantuan operasional sebesar Rp6 juta setiap tahun untuk setiap PAUD, TK, dan RA.

Bantuan tersebut diberikan tanpa membedakan lembaga yang berada di bawah Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama.

“Kalau ada sekitar 1.200 PAUD, TK, dan RA, hampir Rp7,2 miliar kita alokasikan setiap tahun untuk operasional. Ini bentuk perhatian pemerintah untuk anak-anak bangsa yang ada di Kota Depok,” ujarnya.

Selain bantuan operasional lembaga, Pemkot Depok juga mengalokasikan apresiasi bagi guru PAUD, TK, dan RA sebesar Rp200 ribu per bulan atau Rp2,4 juta per tahun. Alokasi tersebut ditujukan bagi lebih dari 6.000 guru.

Supian meminta jajaran Bunda PAUD, mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan, bersama organisasi terkait memastikan seluruh PAUD di wilayahnya benar-benar aktif dan menjalankan fungsi pendidikan.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara transparan.

Data peserta didik harus sesuai kondisi sebenarnya agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Perjuangan Bapak dan Ibu untuk mendidik anak-anak bangsa tidak akan seimbang jika diukur dengan materi. Karena itu, niatkan perjuangan ini sebagai bagian dari amal ibadah. Mudah-mudahan kesabaran kita melayani anak-anak menjadi amal ibadah buat kita semua,” tukasnya.

Di lokasi sama, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Destiana Rachmawati berharap di usia ke-21, HIMPAUDI Kota Depok semakin jaya dan terus memberikan inspirasi serta kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Depok.

“Semoga HIMPAUDI semakin jaya, terus menginspirasi pendidikan dan menjadi bagian dari kebaikan bagi pendidikan di Kota Depok. Ke depan, kami berharap terus dapat berkolaborasi dengan Disdik Kota Depok demi kemajuan pendidikan sehingga dapat melahirkan peserta didik yang unggul dan berkarakter,” katanya.

Di usia ke-21, peningkatan kompetensi pendidik PAUD menjadi salah satu perhatian penting Disdik Kota Depok.

Berbagai upaya terus dilakukan, di antaranya melalui komunitas belajar dan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses pendidikan.

“Kami terus meningkatkan kompetensi guru-guru PAUD. Ada komunitas belajar dan pembelajaran mendalam yang terus kami dorong,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan (Disdik) juga telah memberikan bantuan insentif kepada guru-guru PAUD sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan, keberadaan organisasi mitra (ormit), termasuk HIMPAUDI, memiliki peran penting dalam mendukung program-program pendidikan di Kota Depok.

Karena itu, Disdik akan terus membangun komunikasi, menggandeng, dan berkolaborasi dengan organisasi tersebut.

“Kami tidak bisa terlepas dari organisasi mitra. Langkah dan perjuangan mereka merupakan bagian dari langkah kami di Dinas Pendidikan. Karena itu, kami akan terus menggandeng dan berkolaborasi demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Kota Depok,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here