Jalani Instruksi Wali Kota, Pagi Ini ASN Tetap Ngantor dan Apel di dalam Ruangan

30
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah saat memimpin apel pagi di dalam gedung Balai Kota Depok.

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal. Hal itu seiring telah diinstruksikannya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tetap masuk kantor pada, Senin (07/09/2026).

“Sementara untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Depok tetap melaksanakan tugas seperti biasa. Seluruh ASN menggunakan masker untuk kegiatan di luar kantor. Pelaksana apel pagi tetap dilaksanakan tetapi di dalam ruangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juag menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari jenjang TK, SD dan SMP dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal itu sebagai antisipas sebaran abu vulkanis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Supian mengatakan, PJJ diberlakukan selama dua hari pada Senin dan Selasa, 7 hingga 8 September 2026.

“Untuk itu setelah tanggal 8 September nanti kita akan evaluasi, apakah bisa melaksanakan seperti hari-hari sebelumnya atau memang tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” katanya, Senin (7/9/2026).

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi setelah dua hari diterapkan PJJ. Ia menuturkan, selama PJJ tetap diharapkan anak-anak dalam kondisi sehat dan belajar dengan pendampingan orang tua.

“Sekali lagi jaga kesehatan kita semua mudah-mudahan dengan sehat kita terus bisa memberikan manfaat. Mari kita berdoa mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu sehingga kita bisa beraktifitas seperti biasa,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (DisdiK) Kota Depok, Wahid Suryono mengatakan pelaksanaan PJJ diputuskan setelah dilakukan kordinasi dengan pihak terkait mengenai kondisi Kota Depok.

“PJJ dua hari ya, Senin-Selasa, Sambil dievaluasi nanti perkembangannya seperti apa. Mudah-mudahan kondisi kembali membaik,” katanya.

Wahid menilai, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Depok masuk kategori ringan. Namun demikian, ia tetap mengingatkan orang tua untuk mengawasi dan membatasi kegiatan anak mereka selama PJJ.

“Area Depok masih ringanlah debunya ya. Jadi, hanya memang harus membatasi aktivitas di luar ruangan. Jadi, kalau keluar ruangan pakai masker. Tapi, sebaiknya tetap di dalam rumah ya,” ujarnya.

Dikatakan Wahid, abu vulkanik tersebut merupakan debu halus dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan, dalam hal ini infeksi saluran pernapasan atau ISPA.

“Jadi, kalau aktivitas sebaiknya sih aktivitas dibatasi di dalam rumah, jangan jangan keluar untuk anak-anak, jadi belajar aja di rumah. Kalaupun nanti perlu keluar, sebaiknya menggunakan masker,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here