
Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Depok menghentikan sementara pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian dilakukan pada Senin dan Selasa, 7-8 September 2026. Hal itu menyusul diterapkannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) siswa jenjang PAUD, SD dan SMP akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Koordinator SPPG se-Kota Depok, Rakha Pratama kepada wartawan mengatakan, saat dilakukan PJJ maka distribusi MBG dihentikan sementara. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, pendistribusian MBG selama dua hari dihentikan sementara.
“Pendistribusian MBG ke siswa kami akan distribusikan kembali pada Rabu (9/9/2026),” katanya, Senin (7/9/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Depok, Raden Zakky Fauzan kepada wartawan mengatakan, penghentian sementara distribusi MBG menyusul diberlakukan PJJ selama dua hari.
“Iya, kemarin kita sudah komunikasikan juga semalam dengan koordinator wilayah di masing-masing kecamatan dan BGN dari Kota Depok juga terkait dengan kebijakan PJJ ini,” katanya.
Pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak dapur untuk penghentian sementara. Diakui bahwa belum tahu apakah menu MBG selama PJJ akan diganti dengan makanan kering atau seperti apa.
“Kalau misalnya nanti konsekuensinya seperti apa, apakah diganti dengan keringan atau seperti apa, nanti itu kebijakan ada di pihak MBG-nya, di SPPG-nya,” ujarnya.
Untuk Kota Depok setidaknya ada lebih dari ratusan ribu siswa penerima manfaat MBG. Jumlah itu belum termasuk tenaga pendidik di tiap sekolah.
“Kalau untuk jumlah detailnya, karena agak beda dengan SD dan SMP, ini kan masuk juga tendik-nya juga masuk. Jadi bukan hanya siswa, tadi sudah menyasar juga ke tenaga pendidik/kependidikan di sekolah,” tukasnya.
Dia menambahkan, jumlah siswa SD negeri di Kota Depok diperkirakan 100 ribu. Jumlah penerima akan bertambah jika digabungkan dengan siswa di sekolah swasta.
“Kalau untuk SD sekitar 95 negeri itu sekitar di 98–100 ribuan, belum termasuk yang swasta. Kalau untuk data detail karena ini dinamis, ada di SPPG. Kemarin kami menyerahkan ke SPPG data yang peserta didik baru yang diterima di kelas satu yang tahun ini,” pungkasnya. n Aji Hendro








