Pembelian Tinggi, Stok Masker Habis di Beberapa Toko di Kota Depok

117
Kertas bertuliskan masker habis sengaja ditempel di salah satu toko di Kota Depok.

Cilodong | jurnaldepok.id
Stok masker di sejumlah apotek, toko serta minmarket di Kota Depok habis. Pantauan di lapangan seperti di toko ritel di Cilodong, pihak manajemen menuliskan di depan pintu memberikan informasi “Mohon Maaf
Stok Masker Habis’.

Salah satu warga Sukmajaya, Yunita kepada wartawan mengatakan, sudah empat toko dan apotek yang dia datangi stok masker habis.

“Saya mau beli masker di toko eh habis, stok masker di apotek juga habis,” katanya, Senin (7/9/2026).

Sementara itu di salah satu apotek, seluruh persediaan masker habis total. Jika ingin membeli harus pesan terlebih dahulu.

Kondisi serupa dialami apotek lain di sekitarnya. Stok yang tersisa hanya berupa masker medis tiga lapis sebanyak dua kotak.

“Adanya ini doang, masker biasa, satu kotak harganya Rp 21 ribu,” kata petugas Apotek Naela.

Tak hanya di apotek, kelangkaan juga meluas ke toko ritel modern. Di beberapa minimarket, stok yang tersisa hanya berupa masker edisi terbatas keluaran merek minimarket isi 3-4 buah. Beberapa penjaga toko menyebut persediaan masker mereka ludes diserbu warga sejak malam sebelumnya, terutama untuk kebutuhan anak-anak sekolah.

“Iya sisa itu aja Kak, semalam diborong bocah,” tutur seorang petugas minimarket di Cilodong, Yani.

Sementara itu karyawan Toko Assyifa di Sukmajaya Sri Indah mengatakan, permintaan masker meningkat drastis sejak dampak abu vulkanik mulai dirasakan masyarakat.

“Iya banyak sekali hari ini yang cari dari pagi. Saya baru hari ini buka, karena Sabtu sama Minggu toko tutup libur. Tapi katanya mulai Minggu itu sudah ramai yang cari,” katanya.

Hampir seluruh jenis masker menjadi incaran pembeli. Kondisi tersebut membuat stok yang tersedia di toko semakin terbatas.

Sementara itu, aparat Kepolisian Polres Metro Depok membagikan 1.000 masker gratis kepada pengguna jalan di kawasan Simpang Margonda, Kecamatan Beji.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra mengatakan, petugas memberikan masker kepada para pengemudi kendaraan roda dua, hingga penumpang angkutan umum yang melintas di persimpangan padat tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya proteksi dini guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruang.

“Jadi rekan-rekan, pada sore ini kami dari Polres Metro Depok membagi masker, karena memang seperti kita ketahui, udara dari Gunung Anak Krakatau sampai ke sini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pembagian masker ini berfokus kepada para pengguna jalan yang rentan terpapar polusi debu vulkanik secara langsung di jalan raya. Selain pembagian masker, jajaran Polres Metro Depok juga menyiagakan tim medis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) di Poliklinik Polres Metro Depok.

“Kasi Dokkes sudah kami sampaikan untuk standby di Poliklinik Polres Metro Depok,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini merupakan bentuk respon cepat kepolisian agar masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatan diri di tengah situasi dampak erupsi.

Mengenai penanganan sebaran abu di jalan raya, kepolisian berencana berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penyiraman jalan guna mengurangi ketebalan debu. Rony meminta warga Kota Depok dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi fenomena paparan abu vulkanik tersebut.

“Yang jelas untuk sekarang masyarakat Depok dan sekitarnya enggak perlu panik, karena ini hanya polusi udara sementara saja,” tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri dengan selalu mengenakan masker saat keluar rumah.

Adapun seluruh personel kepolisian yang bertugas di lapangan juga telah diwajibkan menggunakan masker demi menjaga kesehatan selama menjalankan tugas pelayanan masyarakat. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here