
Margonda | jurnaldepok.id
Tiga trayek angkutan kota (angkot) yang melintasi jalan Raya Bogor- Kota Depok terancam tutup. Hal itu karena adanya rencana Bus Transjakarta melintas.
Tiga trayek tersebut yaitu M 37 jurusan Cibinong- Kp. Rambutan, D 41 jurusan Cibinong- Ps. Rebo, dan bus Miniarta jurusan Bogor – Kp. Rambutan.
Salah satu pengemudi M 37, Maruli menilai, rencana kehadiran bus Transjakarta yang melintas di Jalan Raya Bogor akan berdampak pada penghasilan sopir angkot. Saat ini saja dia sudah mengeluh pendapatannya berkurang akibat dampak adanya transportasi online

“Sekarang saja setiap harinya kami sepi penumpang, apalagi kalau ditambah dengan kehadiran Bus Transjakarta, ya habis penumpang kami,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Maruli mengambil contoh nasib pengemudi angkot D-06 trayek Simpangan- Terminal Depok yang jalur atau lintasannya dilintasi oleh Biskita.
“Sudah banyak rekan-rekan kami sopir D 06 yang sekarang menganggur, walaupun ada hanya pas-pasan hasilnya mendapatkan uang setoran,” ujarnya.
Dia mengimbau kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok untuk mengkaji kembali rencananya bus Transjakarta yang akan melintasi Jalan Raya Bogor.
“Lebih baik dilakukan peremajaan atau revitaliasi angkot seperti di Jakarta dengan angkot JankLingko,” tegasnya.
Sopir angkot trayek D 41, Yudha menambahkan, sejak ramai ojek online pendapatannya sudah menurun.
Kemudian diperparah dengan rencana bertambahnya angkutan massal Transjakarta yang akan melintas di Jalan Raya Bogor. Jalur tersebut langsung bersingungan dengan trayek D 41, M 37 dan trayek lainnya di Jakarta Timur.
“Kehadiran Bus Transjakarta nantinya semakin menyulitkan sopir angkot mendapatkan penumpang. Akibatnya setoran mereka juga semakin berkurang,” katanya.
Dia mengungkapkan, ada ruas jalan angkot yang bersinggungan dengan Transjakarta, yaitu Jalan Raya Bogor hingga ke Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Para sopir menilai kehadiran Bus Transjakarta berpotensi menggerus jumlah penumpang angkot, yang menjadi sumber utama penghasilan mereka.
Dia menegaskan para sopir hanya ingin mata pencaharian mereka tetap aman.
“Pendapatan kami bergantung pada setoran harian dari penumpang. Jika bus ini tetap beroperasi ya habis nasib kami para sopir angkot,” ungkapnya.
Dia minta kepada Dishub Depok untuk mengkaji rencana beroperasinya Bus Transjakarta trayek Terminal Jatijajar ke Kampung Rambutan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dishub akan menambah lima rute baru Transjabodetabek.
Sekretaris Dishub Kota Depok, Aan Syurahman mengatakan usulan lima rute tersebut telah diajukan sejak April 2026.
Selama beberapa bulan terakhir, Dishub Kota Depok terus melakukan koordinasi dengan Dishub Provinsi DKI Jakarta dan TransJakarta untuk mematangkan rencana operasional.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya untuk mengembangkan trayek Transjabodetabek agar dapat mempermudah mobilitas warga Depok,” katanya.
Aan menjelaskan, empat rute yang diusulkan merupakan trayek baru, yaitu Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, serta Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan. n Aji Hendro








