
Beji | jurnaldepok.id
Masyarakat di Kota Depok menilai program Wisata Keberagaman yang saat ini tengah berjalan memiliki manfaat yang luar biasa.
Ketua RW 15 Kelurahan Kemirimuka, Arif Afifullah kepada Jurnal Depok mengatakan, program Wisata Keberagaman ini merupakan program Wali Kota Depok, Supian Suri untuk warganya.
“Untuk program ini warga kami sudah menjalankannnya, dengan 130 warga dengan dua bus pariwisata,” katanya, Selasa (7/7/2026).

Dia menambahkan, warga yang mengikuti program wisata keberagaman ini tidak hanya warga muslim akan tetapi warga non muslim.
“Untuk siapa yang berhak mengikuti program wisata keberagaman, kami serahkan kepada ketua RT masing-masing,” ujarnya.
Peserta terdiri dari tokoh agama, masyarakat, pengurus Karang Taruna, PKK dan pengurus di lingkungan warga.
“Engak ada tuh kalau peserta wisata keberagaman yang ikut hanya tim sukses, semua warga kita ajak untuk berwisata keberagaman,” tegasnya.
Arif menuturkan, program tersebut tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga di lingkungan RW 15 Kelurahan Kemirimuka.
“Harapannya tentu kegiatan ini bisa menjadi kebersamaan warga. Salah satu program RW 300 Juta ini mudah-mudahan memberikan manfaat dan kebahagiaan untuk masyarakat,” akunya.
Ketika ditanya apakah ada penyimpangan dalam pelaksanaan program Wisata Keberagaman, Arif menegaskan semuanya sudah diatur oleh peraturan yang sudah ditetapkan.
“Bagaimana kita mau menyimpang, kan sudah ditetapkan juklas, juklis hingga Nomenklaturnya,” ungkapnya.
Dengan adanya program Wisata Keberagaman ini warga jadi mengetahui kalau pajak yang mereka bayar selama ini bisa dirasakan.
Sementara itu, Lurah Kemirimuka, Bahrul Ulum menjelaskan, program Wisata Keberagaman merupakan bagian dari Dana RW Rp 300 Juta yang diharapkan dapat dirasakan optimal untuk warganya.
Ditegaskan, program ini tak hanya dikemas untuk refreshing. Melainkan, untuk mempererat kebersamaan, guyub untuk warga.
“Momentum hari ini menjadi wisata keberagaman keberangkatan dari RW 15. Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa,” katanya.
Bahrul menambahkan, Wisata Keberagaman Kemirimuka akan kembali dilaksanakan pada gelombang berikutnya.
“InsyaAllah pekan depan kembali dilaksanakan untuk RW lainnya. Karena total ada 20 RW di Kelurahan Kemirimuka,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Mohamad Fahrizal mengatakan, program tersebut berawal dari gagasan wisata religi.
Fenomena wisata religi cukup banyak diminati masyarakat Kota Depok, khususnya kelompok pengajian yang biasanya melakukan perjalanan ke tempat bersejarah Islam di luar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Namun dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), konsep tersebut dikembangkan menjadi Wisata Keberagaman dengan cakupan yang lebih luas.
“Kata wisata religi dipandang terlalu kecil, sehingga kemudian dinarasikan ulang menjadi wisata keberagaman,” katanya.
Fahrizal menjelaskan, program tersebut tidak dibatasi hanya untuk kegiatan religi, melainkan memberi ruang kepada masyarakat untuk menyesuaikan kegiatan berdasarkan kebutuhan di lingkungannya masing-masing.
Wisata keberagaman ini dapat dimanfaatkan untuk membangun rasa kebersamaan antarwarga dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat di wilayah setempat.
“Kata kuncinya keberagaman, artinya melibatkan unsur-unsur masyarakat yang ada di lingkungan tersebut untuk membangun kebersamaan,” ujarnya.
Fahrizal menambahkan, program Wisata Keberagaman juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan sosial masyarakat, seperti gathering warga maupun kegiatan refleksi bersama. n Aji Hendro








