
Sawangan | jurnaldepok.id
Pelaksanaan pekerjaan pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda di wilayah RW 05 dan 06, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, terus dikebut.
Saat ini kontraktor pelaksana proyek Jalan Enggram, PT Lagoa Nusantara sedang mengerjakan pembuatan pondasi bahu jalan sebagai tahapan kedua pelaksanaan pekerjaan setelah pembuatan saluran air (Drainase).
Mandor Proyek Jalan Enggram, Haridin mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya menyelesaikan pembuatan pondasi jalan serta turap bahu jalan dengan menggunakan tiang pancang terutama terhadap turap yang berada di tebing dengan kemiringan ekstrem.

“Untuk turap yang berada di tebing dengan kemiringan ekstrem, kami menggunakan tiang pancang agar konstruksi turap kokoh,” ujar Haridin.
Dia mengaku bersyukur lantaran proses tahapan pekerjaan pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda berjalan lancar dan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah cuaca sangat bagus sehingga semua sesi pekerjaan berjalan lancar dan sesuai jadwal,” ungkap Hadirin.
Sebelumnya Direktur PT. Lagoa Nusantara, Bram Wismarck Tiller memastikan pekerjaan pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda akan terselesaikan pada awal bulan Desember.
“Kami punya waktu 160 hari untuk menyelesaikan pekerjaan, apapun kondisinya kami akan selesaikan pekerjaan di awal bulan Desember,” kata Bram Wismarck Tiller.
Terpisah, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, H. Widodo berharap kepada warga yang bermukim disekitar proyek Jalan Enggram dan Jalan Pemuda agar sedikit bersabar dan terkait aktivitas transportasi warga diharapkan dapat mematuhi arahan dari pihak kontraktor pelaksana pembangunan.
Sebaliknya dia meminta kepada pihak kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda untuk berkoordinasi dengan warga terkait kebijakan pengaturan aktivitas transportasi warga sekitar proyek.
“Dalam kondisi seperti ini warga dan pemborong harus saling memahami demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan pembangunan dan aktivitas transportasi bagi warga sekitar,” pungkasnya. n Asti Ediawan








