Kamar Napi Digeledah, Petugas Temukan Senjata Tajam

65
Petugas saat menggeledah salah seorang napi.

Cilodong | jurnaldepok.id
Petugas gabungan melakukan melakukan operasi dengan menggeledah kamar warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok.

Kepala Rutan Kelas 1 Depok, Agung Nurbani kepada wartawan mengatakan, operasi gabungan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun. Dalam kegiatan ini melibatkan TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok.

“Jadi hari ini kita ada dua kegiatan yang pertama adalah razia gabungan yang melibatkan unsur dari TNI-Polri,” katanya, Selasa (7/4/2026).

Selain itu digelar juga tes urin untuk 66 petugas dan juga 600 warga binaan di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok. Hasilnya dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah semua hasilnya negatif,” ujarnya.

Dia mengatakan, dari operasi gabungan tersebut ditemukan satu buah handphone, kemudian ada beberapa alat elektronik yang hampir semuanya adalah rakitan.

“Selain itu, petugas kami juga menemukan beberapa senjata tajam sajam (sajam),” ungkapnya.

Agung menjelaskan, beberapa alat elektronik rakitan terdiri dari kabel dan sendok ini biasanya digunakan untuk membuat air panas.

“Ya, ini biasa digunakan mereka untuk air panas, untuk kebutuhan mereka air panas untuk diminum, dikonsumsi. Kemudian sajam hampir semuanya modifikasi dari sendok stainless, kemudian juga gunting-gunting,” tukasnya.

Ditegaskan bahwa benda berupa sendok stainless itu menjadi bagian yang terlarang ada di dalam Rutan.

“Jadi dalam razia ini pun kita ambil sendok karena berpotensi dimodifikasi menjadi barang-barang berbahaya,” tegasnya.

Mereka yang kedapatan menyimpan barang terlarang akan mendapat sanksi khusus dari petugas. Adanya benda berupa handphone, merupakan pelanggaran berat yang akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan internal dan juga akan ada penjatuhan disiplin sesuai dengan ketentuan

Selain barang elektronik rakitan dan sajam, petugas juga menyita sejumlah alat kecantikan dari blok hunian wanita. Barang yang disita kemudian dimusnahkan.

“Ya, ini untuk blok wanita, kaca pun menjadi barang yang kita anggap berpotensi berbahaya. Lalu botol parfum, karena ini terbuat dari kaca juga,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here