Bikin Gaduh Saat Konvoi Kendaraan, Puluhan Remaja Diciduk Polisi

81
Aparat kepolisian saat mengamankan pemotor yang bikin gaduh.

Cilodong | jurnaldepok.id
Anggota Tim Patroli Presisi Samapta Polres Metro Depok mengamankan 30 remaja yang membuat kericuhan saat konvoi motor dan pasang petasan di kawasan Grand Depok City (GDC), Cilodong, Depok.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengatakan, pada saat sekelompok remaja konvoi motor di kawasan GDC sambil menutup jalan dan menghidupkan petasan sampai mengibar-ngibarkan bendera sehingga timbul kecemasan bagi pengendara lain sempat viral di media sosial (medsos).

Selain itu dalam peristiwa tersebut, ada seorang anggota polisi menjadi korban salah sasaran. Anggota tersebut adalah Bripda CPY (22) dari Satuan Sabhara Polda Metro Jaya. Saat itu CPY sedang berpakaian preman dan hendak membeli makanan sahur. Tiba-tiba dalam perjalanan rombongan geng motor ini datang langsung mengeroyok korban sampai babak belur.

Setelah itu tim Patroli Presisi Samapta Polres Metro Depok, pimpinan Ipda I Ketut Suwinta pada berhasil menangkap para gerombolan geng motor di sebuah warung kopi.

Anggota mendapati sebanyak 30 anak-anak remaja usia belasan hingga puluhan tahun bersama 16 sepeda motor yang dipergunakan pelaku diamankan dibawa ke Zam-Zam Tower Polres Metro Depok.

“Hasil pendalaman anggota kami dari Satreskrim Polres Metro Depok dari 30 orang diantaranya 26 tidak terbukti menganiaya, dua orang lain pelaku penganiayaan terhadap Bripda CPY, dan dua orang lagi tidak terlibat dijadikan saksi,” tambahnya.

Bagi ke 26 orang yang tidak terlibat, menurut Made Budi hanya diberikan pembinaan langsung dari Kasat Binmas Polres Metro Depok, Kompol Ahmad Haerudin dan Kasat Samapta Polres Metro Depok Kompol R.A.Dalby berlangsung di aula Zam-Zam Polres Metro Depok.

Barang bukti yang diamankan petugas sebanyak 16 unit motor berbagai merek, 22 buah hp, 6 bendera (Warbun Beji, Wartan 402 Official, Anarcd Gank, Depok Official, Depok Allbase, Gang Kesan 2020.

“Sejumlah petasan yakni empat buah tongkat asap orange, lima buah petasan lontar (roman candle), dan tiga buah flower power mountain, juga 4 buah bambu,” tuturnya.

Sementara itu korban penganiayaan anggota Polri, lanjut Made Budi, alami bengkak di leher sebelah kanan, belakang kepala dan sakit di rahang sebelah karena dipukul menggunakan tangan kosong.

“Kedua pelaku penganiayaan sudah ditangani unit Reskrim Polres Metro Depok ,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here