Natal Berjalan Aman dan Damai, FKUB Tegaskan Depok Kota Toleran

92
Urusan Kemasyaratan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, KH. Ahmad Kholadi (kiri) saat berbincang dengan Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto.

Beji | jurnaldepok.id
Urusan Kemasyaratan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, KH. Ahmad Kholadi mengatakan, Depok masih menjadi kota yang tingkat toleransinya tinggi. Pihaknya sangat konsern memelihara kerukunan di masyarakat, khususnya di Kota Depok.

“Walaupun akhir-akhir ini oleh salah satu lembaga survei ya memvonis Depok menjadi kota intoleran urutan ke 93 dari 94 pemerintah kota. Tapi tahun 2025, kita naik sampai 16. Artinya kita sekarang diurutan 76. Tetapi apa? ketika kita melaksanakan dialog, bahkan FKUB selalu melakukan itu setiap bulan, setahun sampai belasan kali,” katanya ditemui di kawasan Margonda, kemarin.

Dia mengatakan, mereka yang terafiliasi dengan FKUB berlatar belakang dari berbagai agama dan lintas budaya. Semuanya sepakat bahwa Depok adalah kota yang penuh dengan toleransi.

“Dari tokoh agama, tokoh masyarakat, lintas agama, lintas budaya, tidak ada satu pun perwakilan-perwakilan dari lintas agama, lintas budaya, bahkan pemuda yang baru saja kita bentuk organisasinya sekarang, yang berafiliasi kepada FKUB, menyatakan bahwa merasa nyaman di Depok, aman, tidak sesuai dengan apa yang dituduhkan oleh beberapa lembaga survei,” ujarnya.

Disebutkan, rilis dari lembaga survei UI bahwa Depok ini mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai 71. Menurutnya ini nilai yang berada di atas rata-rata.

“Jadi ini sudah di atas rata-rata kerukunan kita, toleransi kita di Depok,” tegasnya.

Dia menambahkan, dalam isu kejadian ini, sebetulnya tidak ada terjadi apa-apa. Hanya saja, kata dia barangkali ada kesalahpahaman atau miss informasi sehingga ada pernyataan-pernyataan yang seakan-akan ini ada masalah.

“Saya diskusi sama lurah, tidak ada masalah, tokoh masyarakat tidak ada masalah, tidak ada penolakan,” ungkapnya.

Menurut Kholadi, tudingan adanya penolakan ibadah dan tersebar di media itu tidak benar.

“Media mohon doanya untuk terus mengkampanyekan supaya Depok ini menjadi kota toleran, dan kota yang rukun, dan harmoni,” tegasnya.

Di lokasi sama, Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna mengatakan, kewajiban semua pihak untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Ya sebagai warga negara hidup berdampingan, saling support mendukung, apalagi kan dalam menebarkan tentu kebaikan-kebaikan buat bangsa dan negara. Persoalan tanggung jawab, kalau ibadah saya pribadi itu tanggung jawab pada Yang Maha Kuasa,” katanya.

Dikatakan, dalam kehidupan warga tentu harus saling menghormati, saling menghargai.
“Adapun kalau ada hal-hal teknis kan bisa dibicarakan ya, intinya bisa dilihat suasananya begitu damai,” ujarnya.

Dia memastikan, kondisi di Asrama Sahabat Yesus Depok sangat hangat dan penuh keceriaan, tidak seperti yang dirumorkan di media sosial.

“Iya, karena kan menilai itu ada yang memang melihat langsung, ada yang tidak melihat, tapi sudah bisa menilai. Tapi fakta yang kami dapatkan ya hari ini bisa terlihat, bisa ngeteh bareng dan sebagainya, sangat harmonis,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here