Penuh Kedamaian, Mahasiswa Wisma Sahabat Yesus Bahagia Bisa Merayakan Hari Natal

225
Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto saat foto bersama dengan tokoh masyarakat dan aparat kepolisian.

Beji | jurnaldepok.id
Mahasiswa di Wisma Sahabat Yesus (SY) di Jalan Margonda Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, merasa senang dan bahagia bisa merayakan perayaan Natal dan misa. Mereka terlihat menjalankan misa dengan khusuk di wisma.

Ketua KMK PNJ, Otniel Shamir Tahor Levy mengatakan merasa senang dan terharu dengan digelarnya misa di Wisma SY pada Minggu (28/12) pagi.

“Dengan misa yang tadi hari ini lumayan membuat saya terharu ya. Terimakasih untuk panitia, dan segala macam nya untuk merayakan misa Natal pada Minggu ini,” katanya, Minggu (28/12/2025).

Dia berharap ibadah bisa terus dilakukan di wisma dengan lancar. Dia pun berpesan agar sama-saman menjaga kedamaian di Kota Depok.

“Harapan saya kedepannya semoga kita bisa terus lancar dalam merayakan ibadah misa, sama juga menjaga kedamaian terhadap sesame,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto mengatakan sangat senang karena perayaan Natal sudah dilaksanakan dengan damai dan kondusif. Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak mulai dari Lurah Pondok Cina, FKUB, kepolisian dan pihak lain.

“Ini adalah suatu kebahagiaan di Wisma Sahabat Yesus merayakan Natal bersama dengan mahasiswa, juga dengan mereka-mereka yang kadang-kadang misa di sini. Intinya saya mengatakan ini semua adalah bagian dari silaturahmi,” katanya.

Romo Rudi menegaskan, tidak pernah mendapat intimidasi dari pihak manapun. Dia juga menegaskan tidak ada larangan dalam menjalankan ibadah Natal di Kota Depok. Pernyataan itu sekaligus meluruskan tudingan miring yang berseliweran di media sosial.

“Ya ini kan kita di negara yang menghormati yang namanya kebebasan bersuara ya. Tapi kan tidak semua suara itu harus ditanggapi, karena ada juga suara yang tidak mewakili, menghormati manusia juga,” tegasnya.

Dalam hal ini, Romo Rudi ingin menekankan pentingnya melihat situasi ini dengan cara positif. Dia menegaskan tidak ada pembatalan ataupun pelarangan ibadah di Kota Depok. Hanya saja diakui perlu waktu untuk diskusi dan saling kenal.

“Dan saya di Depok ini dan di tengah-tengah warga semua dan saya mengatakan juga setiap kali ada pertanyaan apakah dilarang? Tidak ada larangan, tidak ada pembatalan, kita butuh waktu ya, butuh waktu untuk saling mengenal,” ungkapnya.

Romo Rudi menegaskan, selama ini tidak ada masalah antara warga sekitar Asrama Sahabat Yesus dengan jamaat yang ada di dalamnya.
“Sederhana begini ya, saya kan selama tiga tahun tidak ada apa-apa ya. Tapi kan juga wajar kita bertetangga itu harus saling mengenal,” tukasnya.

Romo Rudi lantas mengungkapkan, bahwa mereka yang ada di Asrama Sahabat Yesus Depok ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ya kan dari waktu ke waktu kan anak-anak mahasiswa dari pandemi kita datang, lalu ini dari semua yang 14 kampus saya dampingi di seluruh Jakarta Selatan dan Depok, ini kan dari berbagai macam latar belakang, dari NTT, dari Kalimantan, dari semua dan mereka kan perantauan. Mereka kan butuh juga tempat yang ketemu temannya dengan damai,” katanya.

Menurut Romo Rudi, yang terjadi adalah warga dan penghuni asrama ingin saling berkenalan.

“Maka sebenarnya ini proses saling mengenal dan saya menganggapnya itu sangat wajar,” tukasnya.

Dia mengakui bahwa warga Depok sangat menjaga toleransi antar umat beragama.

“Oh sudah jelas ya. Nah toleransi kan bukan hanya soal agama, soal bagaimana kita saling mengenal dan itu yang saya tekankan di sini,” akunya.

Oleh karenanya, Romo Rudi menegaskan toleransi itu bagian dari saling menghormati satu sama lain, sudah, bukan soal tentang agama, menghormati.

“Toleransi kan kita menerima, semua orang kan menanggapi Tuhan dan itu kan sama. Maka kalau toleransiannya dibatasi dalam soal ibadah, nah itu kan sangat sempit,” katanya.

Tapi toleransi menghormati setiap manusia, percaya pada Tuhan, dan menghormati satu sama lain.

“Itulah yang buat saya toleransi dan Depok itu ya, dan jelas sekali kita semua kan menghormati,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here