Melanggar Langsung Tilang! Ini 3 Titik Lokasi Operasi Patuh Jaya dan Sasarannya

3913
Satlantas Polres Metro Depok saat melakukan sosialisasi Operasi Patuh 2025.

Margonda | jurnaldepok.id
Pihak Kepolisian mulai 14-27 Juli 2024 akan melaksanakan Operasi Patuh 2025. Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Joko Sembodo mengatakan, warga masyarakat Kota Depok diminta untuk lebih tertib lalu lintas.

Karena dari kepolisian khususnya Polres Metro Depok telah melaksanakan Operasi Patuh Jaya secara nasional.

Dia mengatakan, pelaksanaan serentak Operasi Patuh Jaya 2025, akan berlangsung selama 14 hari di mulai dari Senin, 14 Juli hingga Minggu, 27 Juli 2025.

“Selama 14 hari kedepan kami akan menyelenggarakan Operasi Patuh Jaya. Hari pertama pelaksanaan operasi sudah berjalan Senin,” ujarnya.

Target operasi (TO) petugas selama Operasi Patuh Jaya, menurut Joko ada di tiga titik yaitu Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Margonda dan Jalan Ir. H. Juanda.

“Ketiga titik TO tersebut masuk dalam kategori black spot atau tertinggi untuk angka kecelakaan lalu lintas. Ada 10 sasaran operasi patuh yaitu penggunaan HP pada saat berkendara, pengguna kendaraan bermotor dibawah umur, pengendara motor berboncengan tiga,” paparnya.

Selain itu, polisi juga mengincar pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, mobil tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara sambil minum alkohol, kendaraan bermotor dengan muatan lebih (Odol) dan melawan arus.

“Operasi kali ini tidak ada namanya stasioner, tapi pelanggaran yang sifatnya kasat mata jika membahayakan dapat melakukan upaya represif (penindakan) berupa penilangan,” katanya.

Namun operasi Patuh Jaya 2025 saat ini, lanjut Joko, lebih mengedepankan upaya prepentif dan preemtif melakukan sosialisasi, imbauan dan jika ada teguran dilakukan secara simpatik.

“Upaya represif atau penindakan dapat dilakukan dengan penilangan jika pelanggaran yang kasat mata dan cukup yang membahayakan, misal seperti lawan arus dan tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Tujuan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya ini, kata Joko, untuk meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas dengan meminimalisir laka lantas.

“Untuk kekuatan personil Operasi Patuh Jaya, gabungan Polres dan Polsek total ada 150 personil. Di luar dari tambahan anggota Dinas Perhubungan, TNI, dan Pol PP,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, faktor utama laka lantas adalah karena dari masalah human error sebagai penyebab utama kejadian kecelakaan.

“Pelanggaran ETLE masih tetap diberlakukan. Petugas juga sudah memasang spanduk yang berisikan imbauan tertib berlalu lintas di jalan raya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here