
Margonda | jurnaldepok.id
Pelaksanaan hari pertama pendaftaran Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) diserbu siswa yang ingin sekolah.
Berdasarkan pantauan di Lokasi, antrean sudah terjadi di depan pintu lift Gedung Dibaleka Balaikota Depok. Pengguna lift Balaikota mayoritas tertuju ke lantai 10 dimana lokasi pendaftaran Rintisan Sekolah Swasta Gratis diselenggarakan.
Di lantai 10, terlihat antrean yang padat untuk menunggu panggilan dari petugas. Sudah ada nomor antrean hingga 525 pada pukul 09:30. Sementara di dalam ruang lantai 10 petugas melayani pendaftaran.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Muhammad Yusuf mengatakan, bahwa animo masyarakat cukup luar biasa.
“Kami menyediakan delapan loket atau meja dengan empat orang input, ada tiga orang yang khusus mengatur alur pendaftaran dan satu orang yang tugasnya wara-wiri, ternyata memang animo masyarakat yang cukup banyak, sehingga ya mengantre,” ujarnya, Selasa (01/07/25).
Ia menambahkan, panitia sudah memperkirakan bahwa animo masyarakat juga pasti tinggi dan terbukti, hari pertama ternyata bahkan dari jam enam pagi juga sudah ada yang datang, info dari Satpol PP.
“Untuk kuota penerimaan RSSG sekitar 3.000 dan tersebar di 50 sekolah swasta, baik SMP maupun MTs. Awalnya 33, tapi ternyata banyak sekolah yang berminat dan ingin juga menjadi bagian dari rintisan sekolah swasta gratis. Jadi totalnya 50 sampai saat ini,” jelasnya.
Dirinya menegaskan, dalam program RSSG tidak memakai sistem zonasi, yang terpenting mempunyai surat keterangan lulus dari sekolah asal.
“Seleksinya tidak pakai zonasi, yang penting dia terdaftar dalam Kartu Keluarga Depok dan punya surat keterangan lulus dari satuan pendidikan, berarti dari SD atau boleh MI,” tegasnya.
Dikatakannya, siswa bisa mendaftar dan memilih sekolah yang akan ditujunya. Sampai kemarin, sudah ada 50 sekolah yang bekerja sama yang semula 33 sekolah. Dari 50 sekolah itu, jumlah kuota yang dapat diisi sekitar 3.000 kursi.
“Ya totalnya sekitar 3.000-an, kami belum menentukan, tapi kalau dari hari ini baru sekitar mungkin 400 atau 500 (pendaftar), kami kira peluang masih ada dan memang masalahnya adalah di setiap sekolah enggak merata penerimaannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, usai pendaftaran hari pertama pada pukul 14.00 WIB, Disdik akan melakukan evaluasi untuk melihat sekolah yang kuotanya belum terpenuhi atau sudah cukup.
“Nanti kami komunikasikan ke sekolah. Rombongan belajar di tiap sekolah, ada yang satu, dua rombel atau tiga rombel, tergantung ketersediaan mereka gedung yang siap untuk kelas 7,” paparnya.
Yusuf menegaskan, untuk keputusan alokasi kuota berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Depok.
“Karena mereka (Bappeda) yang menentukan perencanaannya dan penganggarannya, Dinas Pendidikan tertentu hanya melaksanakan ya. Jadi Dinas Pendidikan jadi operasional, walaupun perencanaan semua ada di Bappeda,” katanya.
Ia bersyukur pendaftaran berjalan lancar dengan animo masyarakat luar biasa. n Aji Hendro








