
Margonda | jurnaldepok.id
Pihak Kepolisian Polres Metro Depok mendalami dugaan penipuan hingga pencurian telepon genggam di lokasi Car Free Day (CFD) Margonda.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras mengatakan, jajarannya masih mendalami adanya dugaan pencurian telepon genggam.
“Ya masih kami dalami kejadian tersebut,” katanya.

Sementara itu Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengimbau korban segera membuat laporan polisi (LP) agar bisa segera ditangani.
“Silakan untuk datang ke SPKT Polres Metro Depok untuk membuat laporan polisi. Tentu semua laporan yang kami terima akan diproses dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sebelumnya, dua Anak Baru Gede (ABG) SH dan MG kehilangan telepon genggamnya saat sedang duduk di halte Apotik, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas.
Kakak dari MG, Novi mengatakan, persitiwa itu dialami oleh adiknya pada pelaksanaan Car Free Day, Minggu (16/06/25).
Saat itu MG dan SH tengah beristirahat usai berolahraga di Margonda. Mereka beristriahat di halte dekat Apotek Jalan Margonda sekira pukul 08.17 WIB.
“Adik saya yang baru lulus SD itu sedang duduk di halte dekat Halte Apotek Margonda, bersama temannya yang sedang beristirahat. Tiba-tiba dihampiri oleh dua pria yang mengaku sebagai content creator,” katanya.
Mereka lalu mengajak kedua ABG tersebut untuk membantu membuat video seru dengan iming-iming bayaran Rp 50.000.
“Iya diming-imingi uang Rp 50.000. Tapi uangnya diambil lagi sama mereka (pelaku). (Ngakunya) untuk kontennya si buat lucu-lucuan. Kemudian para pelaku meminjam ponsel kedua korban dan mengajak pergi ke studio pelaku,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, pelaku justru menurunkan kedua remaja di Pasar Kemiri dan membawa kabur ponsel tersebut.
“Saat sampai di tengah jalan, mereka justru diturunkan di dekat Pasar Kemiri, dan HP adik saya dibawa kabur oleh pelaku termasuk HP teman adik saya dibawa pelaku juga,” pungkasnya. n Aji Hendro








