HeadlinePeristiwa

TPS Liar Longsor Timbun Kolam Ikan, Petani Rugi Hingga Ratusan Juta Rupiah

Limo | jurnaldepok.id
Puluhan pembudidaya ikan air tawar di Kampung Lebong, RT 02/05, Kelurahan / Kecamatan Limo, merugi hingga lebih dari Rp 300 juta akibat kolam tempat membudidayakan ikan tertimbun longsor sampah dari tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang berada tidak jauh dari empang milik para pembudidaya ikan.

Adi Suhadi salah satu pembudidaya ikan air tawar jenis Gurame mengaku merugi puluhan juta rupiah setelah beberapa kolam miliknya tertimbun longsor pada Rabu sore (27/12).

“Kami para petani budidaya ikan rugi ratusan juta karena kolam ikan kami tertimbun sampah ilegal, kalau sudah begini siapa yang mau bertanggung jawab atas kerugian kami, sementara pihak berwenang tidak ada upaya untuk menertibkan pembuangan sampah di TPS liar yang keberadaannya kerap menimbulkan masalah dan merugikan masyarakat,” keluh Adi Suhadi.

Dikatakan Adi, puluhan pembudidaya ikan air tawar dilokasi itu sebagian besar memelihara ikan jenis Gurame di samping ikan air tawar jenis lain.

“Isi satu kolam saja mencapai lima hingga tujuh kwintal ikan dan dari satu kolam kami merugi hingga Rp 30 juta,” tandasnya.

Dia menambahkan, bukan baru kali ini saja pembudidaya ikan dirugikan akibat adanya tumpukan sampah di TPS liar Kampung Lebong, karena sebelumnya ratusan kilogram ikan Gurame di kolam milik pembudidaya ikan mati akibat air kolam tercemar sampah.

“Beberapa bulan lalu ikan kami banyak yang mati karena air kolam ikan kami tercemar sampah, sekarang kerugian kami lebih besar lagi setelah tumpukan sampah longsor dan menimbun kolam ikan kami, sejak awal kami meminta kepada Pemerintah atau pihak terkait untuk menertibkan TPS Ilegal dekat tempat usaha kami, namun keluhan kami sepertinya tak digubris, buktinya sampai sekarang tumpukan sampah semakin menggunung dan memicu terjadinya longsor,” kata Suhadi.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua RT 02/05, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Naumar Hadi mendesak kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok untuk menindak tegas aksi pembuangan sampah di TPS Lebong karena aktivitas tersebut sangat merugikan warga sekitar.

“Banyak sekali kerugian masyarakat dari keberadaan sampah liar di TPS liar itu, oleh karenanya kami minta DLHK segera ambil tindakan tegas terhadap siapapun yang bermain di bisnis pembuangan sampah di dekat permukiman kami,” pinta Naumar. n Asti Ediawan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button