
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sebanyak 60 siswa siswi SMP Islam Sa’id Yusuf saat ini tengah fokus mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru tahun pelajaran 2025/2026.
Kepala SMP Islam Sa’id Yusuf, Ust. Hadi Darmawan mengatakan, penyelenggaraan MPLS bagi para siswa baru merupakan simbol dimulainya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik baru dan diharapkan kegiatan MPLS dapat menambah wawasan para siswa baru terutama terkait pengenalan terhadap lingkungan sekitar sekolah.
“Alhamdulillah mulai hari ini, Senin 14 Juli 2025 kami telah memulai rangkaian kegiatan MPLS bagi siswa baru, dan MPLS akan dilaksanakan selama lima hari hingga tanggal 18 Juli 2025,” ungkap Ust. Hadi Darmawan.

Dikatakannya, 60 siswa baru SMP Islam Sa’id Yusuf akan di rangkum dalam dua rombongan belajar (Rombel) atau masing-masing kelas akan diisi 30 siswa.
Sementara Ketua Yayasan sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Sa’id Yusuf, Dr. KH. Saroni, NA mengaku sangat bersyukur dengan peningkatan jumlah siswa baru pada jenjang pendidikan menengah pertama (SMP) tahun ini.
Hal ini, lanjutnya, tak terlepas dari penerapan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang direalisasikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dibawah pimpinan Wali dan Wakil Wali Kota Depok, H. Supian Suri-Chandra Rahmansyah sebagai upaya meminimalisir dikotomi antara sekolah negeri dan swasta yang kerap muncul pada setiap musim penerimaan siswa baru.
“Untuk kesekian kalinya kami menyampaikan apresiasi atas penerapan program sekolah swasta gratis yang telah direalisasikan oleh Pemkot Depok karena dengan program sekolah swasta gratis para orang tua murid tidak lagi berebut dan menghalalkan segala cara untuk memasukkan anaknya di sekolah negeri,” ungkap Kyai Saroni.
Dikatakannya, pihaknya tidak memungut uang pendidikan bagi para siswa SMP Islam Sa’id Yusuf yang tidak mondok namun bagi siswa yang mondok hanya akan pihak ya akan memungut uang makan saja sementara biaya pendidikan gratis.
“Untuk siswa SMP yang tidak mondok, seratus persen gratis tapi bagi yang mondok hanya bayar uang makan saja,” tegas Saroni seraya menginformasikan bahwa pada tahun ini pihaknya juga menerima siswa baru Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 25 siswa.
Terpisah, salah satu Tokoh Muda Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Zainul Fatah menilai realisasi sekolah swasta gratis merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang mendapat respon positif dari berbagai kalangan.
“Ya, ini salah satu program yang paling mendapat respon positif dari masyarakat, kami tentu berharap tahun depan program sekolah swasta gratis ini dapat mengakomodir lebih banyak siswa sebab tahun ini saja banyak sekali calon siswa yang belum mendapatkan kesempatan dalam realisasi program sekolah swasta gratis,” tutup Jejen sapaan akrab Zainul Fatah. n Asti Ediawan








