

Sawangan | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris akhirnya angkat bicara terkait rencana Kaesang Pangarep yang akan maju di Pilkada Depok 2024 mendatang.
Meski mempersilahkan untuk maju di pilkada nanti, namun Idris mewanti-wanti agar dirinya (Kaesang,red) dan siapapun calon Wali Kota Depok nanti harus memiliki pengetahuan tentang Kota Depok.
“Saya sudah memberikan kriteria, karena warga Depok cerdas-cerdas dan kritis-kritis, LSM nya banyak serta kaum urban yang dikelilingi lima kota metropolitan,” ujar Idris usai memimpin doa bersama pembangunan Alun Alun dan Taman Hutan Kota Wilayah Barat, akhir pekan kemarin.
Idris mengatakan, jangan coba-coba menjadi calon wali kota di Depok kalau belum memahami tentang karakter Depok.
“Harus paham dulu karakter Depok, begitu juga dengan karakter warganya. Beda orang Betawi sini dengan orang Jawa, walau pun di Depok banyak orang Jawa. Orang Jawa di Depok sudah berinteraksi dengan masyarakat urban, makanya harus belajar dulu,” paparnya.
Mau Kaesang atau siapapun itu, kata Idris, mereka harus memahami hal tersebut.
“Termasuk calon wali kota yang juga orang Depok asli, karena ada juga orang Depok yang tidak paham dengan Depok, karena Depok hanya dijadikan sebagai tempat tidur, pagi-pagi kerja dan pulang jam 10 malam, Sabtu Minggu dengan keluarga. Jadi enggak peduli terhadap warga Depok, orang macam ini enggak kenal Depok,” terangnya.
Kriteria selanjutnya, kata Idris, jika sudah menjadi wali kota meskipun di pilkada hanya diusung oleh beberapa partai, namun ia wajib bekerja dan melayani masyarakat Depok.
“Walaupun pada pilkada kemarin ia tidak memilih saya, namun ia mengajukan suatu kebutuhan, maka saya harus peduli sama dia. Karena ia warga Depok memiliki hak sesuai ketentuan, saya enggak boleh pilih kasih,” jelasnya.
Artinya, kata Idris, sebagai calon wali kota jika sudah dilantik menjadi wali kota, orang tersebut sebagai pemimpin rakyat.
“Bukan pekerja partai, paham ya,” katanya.
Hingga saat ini, Idris mengaku belum mengendors siapapun untuk menjadi calon Wali Kota Depok menggantikan dirinya di pilkada nanti. n Rahmat Tarmuji








