
Margonda | jurnaldepok.id
Antusias program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melampaui target.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Destiana Rachmawati mengatakan Program RSSG untuk jenjang PAUD di Kota Depok resmi dimulai.
Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi, bahkan melampaui ekspektasi di sejumlah sekolah. Untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan tanpa hambatan, Dinas Pendidikan Kota Depok terjun langsung melakukan monitoring sekaligus pendampingan di 22 sekolah pelaksana program.

Destiana mengungkapkan, pendampingan ini difokuskan di 22 PAUD yang menjadi sasaran program selama pelaksanaan.
“Kami melakukan pendampingan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) program RSSG jenjang PAUD. Pendampingan dilakukan di 22 PAUD yang menjadi sasaran program RSSG,” katanya, Senin (6/7/2026).
Dia menambahkan, pendaftar melampaui target. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan respons positif dari warga. Bahkan, sejumlah sekolah mencatat jumlah pendaftar yang melebihi target yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa untuk menyekolahkan anak-anaknya pada program RSSG di Kota Depok,” ujarnya.
Tia menjelaskan alasan mengapa tim Disdik hadir langsung di sekolah-sekolah. Mengingat ini adalah tahun pertama program RSSG diterapkan pada jenjang PAUD, pihaknya ingin memastikan alur pendaftaran berjalan tertib.
Pada jenjang SD dan SMP, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara penuh melalui sistem daring.
“Jika mengalami kendala, mereka dapat datang ke layanan Disdik. Sementara untuk jenjang PAUD, karena baru pertama kali dilaksanakan, petugas Disdik mendampingi langsung di masing-masing sekolah,” jelasnya.
Meski pendaftaran dilakukan secara tatap muka di sekolah, namun dipastikan bahwa seluruh data pendaftar tetap diinput secara daring agar terdokumentasi dengan baik dan sistematis.
Program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini sejalan dengan target Pemkot Depok dalam mendukung wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
“Mudah-mudahan program ini dapat memperluas akses pendidikan sesuai dengan program Wali Kota Depok, yaitu memberikan kesempatan pendidikan seluas-luasnya kepada masyarakat serta mendukung program wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah,” tukasnya.
Melalui kehadiran RSSG, Disdik Kota Depok optimistis bahwa kualitas pendidikan prasekolah di wilayahnya akan meningkat secara signifikan.
Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati akses pendidikan yang lebih baik, mutu pendidikan di Kota Depok meningkat, dan angka partisipasi PAUD juga semakin tinggi. n Aji Hendro








