Catat! Bukan Dihapus, Wisata Keberagaman Dievaluasi Sementara

8
Warga Kelurahan Depok foto bersama saat mengikuti wisata keberagaman.

Bojongsari | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk sementara menghentikan program wisata keberagaman. Penghentian tersebut buntut dari terjadinya kecelakaan yang menimpa seorang warga di Kelurahan Serua Kecamatan Bojongsari.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.

“Kami mewakili Bapak Wali Kota atas nama Pemerintah Kota Depok, menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya pada keluarga almarhumah, yang mana kemarin kita telah menjadi peristiwa ya, musibah yang mengakibatkan meninggal dunianya almarhumah yang sedang mengikuti kegiatan Wisata Keberagaman,” katanya di rumah duka di Kelurahan Serua Kecamatan Bojongsari, kemarin.

“Saya hari ini di dampingi Pak Sekda, juga ada Pak Camat, ada Pak Lurah, Pak RW, Pak RT semua. Kami bertaziah dan menyampaikan bela sungkawa kami sedalam-dalamnya,” sambungnya.

Lebih lanjut Chandra mengatakan, terkait kejadian ini maka kegiatan Wisata Keberagaman yang menjadi salah satu program Pemkot Depok untuk sementara dihentikan.

“Terkait kegiatan wisata keberagaman ini, dasarkan diskusi kami semalam, dan kami sudah mendapat arahan dari Bapak Wali Kota, saya meminta kepada seluruh RW di Kota Depok, untuk sementara kita tunda dulu kegiatan wisata keberagaman yang belum berangkat,” ujarnya.

Pemkot Depok akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan ini dari berbagai aspek, terutama juga dari aspek keamanan.

Terkait hal itu, pemerintah melalui Lurah Serua, Ikhwan akan turut mengawal kasus kecelakaan ini. Termasuk memastikan pertanggung jawaban pihak perusahaan bus tersebut.

Sementara itu warga setempat Abdul Cablak mengucapkan turut berduka cita mendalam atas peristiwa yang terjadi pada kegiatan wisata keberagaman di Kelurahan Serua Kecamatan Bojongsari.

Dia mengatakan, seharusnya dirinya berangkat mengikuti kegiatan wisata keberagaman dengan bus yang sama bersama almarhum.

“Akan tetapi karena saya ada halangan, maka saya tidak berangkat,” katanya.

Dalam kejadian ini tidak ada yang ditutupi dan tidak bertanggung jawab.

“Kami rasa semuanya bertanggungjawab dan terbuka atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Pihak PO Bus bersama Kepolisian, Lurah, Camat sudah mendatangi rumah almarhum untuk melakukan musyawarah dan siap bertanggung jawab atas kedian tersebut.

“Bahkan Pak Wakil Walikota Depok Chandra Rahmamsyah dan Sekda Masnyur sudah bertajiah ke rumah almarhum,” ungkapnya.

Dia menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak mengetahui masalah kejadian jangan membuat narasi yang tidak benar.

“Kalau engak tahu jangan membuat narasi yang macam-macam,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Kelurahan Serua, Kota Depok, meninggal dunia akibat kecelakaan di area Masjid Agung, Banten pada Sabtu, 4 Juli 2026. Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang mengikuti agenda Wisata Keberagaman.

Korban diketahui bernama Sofiah. Peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 10.30 WIB usai rombongan kegiatan Wisata Keberagaman ini melaksanakan ziarah di kawasan Masjid Agung Banten, kemarin.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bus yang terlibat dalam kecelakaan bukan merupakan bus sewaan rombongan Kelurahan Serua, melainkan bus lain yang sedang terparkir di lokasi.

Kejadian bermula ketika korban bersama anaknya sedang beristirahat di area parkir sambil menunggu waktu untuk kembali menaiki bus rombongan. Diduga, pengemudi bus yang hendak keluar dari lokasi parkir tidak mengetahui ada korban berada di belakang kendaraan.

Ketika bus bergerak dan berbelok, korban terjepit di bagian belakang bus hingga mengalami luka berat. Wanita paruh baya ini sempat berada dalam kondisi sadar ketika dievakuasi oleh petugas menuju klinik terdekat. Namun, karena mengalami luka serius, Sofiah kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Nahas, dalam perjalanan menuju rumah sakit nyawanya tak tertolong. Sofiah dinyatakan meninggal dunia. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here