
Beji | jurnaldepok.com
Ketua Tim Pemenangan Paslon 02, Supian-Chandra, H. Nuroji merasa prihatin dengan mulai maraknya politik uang yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon peserta pilkada Depok, 27 November esok.
Dari itu, dirinya meminta agar perbuatan tersebut segera dilaporkan ke Bawaslu.
“Begitu juga bila ada pihak yang mengaku timses 02 memberikan serangan fajar ke warga di masa tenang segera lapor ke Bawaslu. Kami pastikan itu fitnah. Kami pastikan paslon 02 Supian-Chandra tidak melakukan money politic. Kami bertanding secara fair dan gentle,” ujar Nuroji, kemarin.

Pernyataan tersebut dikatakan Nuroji untuk menepis tudingan bila ada pihak yang melakukan black campaign ke 02 terkait serangan fajar.
“Kami meyakini dengan viralnya temuan dugaan bagi-bagi amplop oleh paslon 01 nantinya diprediksi akan ada black campaign ke kami (Supian-Chandra,red) sebagai balasan karena terbongkarnya cara-cara licik yang digunakan 01 di Pilkada Depok ini,” paparnya.
Anggota DPR RI itu pun menilai, aksi brutal bagi-bagi amplop di masa tenang yang diduga dilakukan paslon sebelah diduga karena kekhawatiran akan kalah di Pilkada Depok tahun ini.
Sebagaimana diketahui Imam Budi Hartono merupakan incumbent yang saat ini menjabat Wakil Wali Koya Depok sekaligus Ketua DPD PKS Kota Depok yang saat ini mencalonkan sebagai wali kota.
“Ada indikasi mereka takut kalah. Karena secara survei elektabilitas mereka (IBH-Ririn, red) selalu dibawah Supian-Chandra. Ini bukan omon-omon doang. Lima lembaga survei kredibel bilang begitu,” tegassnya.
Sebelumnya, beredar video dan foto di media sosial pelanggaran kampanye yang diduga dilakukan oleh Paslon 01 yang diusung PKS dan Golkar terkait bagi-bagi amplop berisi uang Rp 50 ribu beserta kartu nama dan contoh surat suara di tiga kecamatan di Kota Depok.
Koodinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kota Depok, Sulistio membenarkan adanya dugaan money politik tersebut.
Pihaknya mengaku telah mendapat laporan atas dugaan money politik atau bagi-bagi uang jelang Pilkada. Menurut laporan yang ia terima, kasus itu tidak hanya terjadi di satu wilayah.
“Sudah (dapat laporan, red). Sementara yang sudah masuk infonya dari Cimpaeun, Krukut dan Tirtajaya,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji








