Ikuti Training Seminggu, PSSI Depok Cetak Pelatih Profesional

6
120 pelatih dari berbagai club sepakbola di Kota Depok mendapatkan pelatihan agar menjadi pelatih yang berkompeten dan profesionalitas.

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sekitar 120 pelatih dari berbagai club sepakbola di Kota Depok mendapatkan pelatihan agar menjadi pelatih yang berkompeten dan profesionalitas.

Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PSSI Kota Depok tahun 2026.

“Alhamdulillah, kursus kepalatihan lisensi D ini diikuti oleh 120 peserta dari hampir seluruh dari klub-klub di Kota Depok, dan satu satunya ada calon pelatih putri,” katanya, Selasa (11/8/2026).

Meiyadi menjelaskan, kursus berlangsung selama enam hari yang digelar tiap akhir pekan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan pembekalan teori dan praktik langsung dari instruktur nasional yang telah berpengalaman di dunia kepelatihan Dengan semangat yang sama, Meiyadi berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para pelatih lokal untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas mereka.

“Kami ingin melahirkan pelatih-pelatih berkompeten/lisensi yang siap membina generasi muda dan membawa Kota Depok berprestasi di kancah sepak bola Nasional,” tuturnya.

Calon Pelatih lisensi, D Nur Azizah Bunga Nurangsana mengatakan, dirinya mengikuti kegiatan ini karena ingin meningkatkan kualitas pembinaan sepakbola usia dini terus digalakkan PSSI Kota Depok.

“Saya tertarik jadi pelatih ke depan itu kan ada potensi, karena kedepan ada kompetisi liga wanita, jadi saya ingin melatih kusus untuk sepakbola wanita,” katanya.

Nur Azizah yang saat jadi pemain sepakbola wanita ke Porprov Jawa Barat ingin menjadikan sepakbola wanita di Kota Depok akan semakin maju.

“Saya main di Porprov itu dari klub Newland FA yang saat ini sedang mempersiapkan diri bersama tim wanita Kota Depok,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, bahwa peran pelatih sangatlah penting dan strategis dalam dunia olahraga, termasuk sepak bola. Menurutnya, maju mundurnya suatu tim sangat ditentukan oleh kemampuan dan peran seorang pelatih.

“Pelatih itu kunci utama. Sebagus apapun pemainnya, tanpa arahan yang tepat dari pelatih, sulit bagi tim untuk berkembang,” katanya.

Supian juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara teknik dan fisik bagi para pemain. Dirinya menekankan, bahwa dalam sepak bola tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis semata, tetapi juga harus memiliki kondisi fisik yang prima.

“Sebagus apapun pelatih dan pemainnya, kalau fisiknya lemah, ya tidak akan maksimal. Jadi teknik dan fisik harus seimbang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Supian menyampaikan bahwa tidak ada keberhasilan instan dalam dunia sepak bola. Menurutnya, prestasi hanya bisa diraih melalui proses panjang yang terstruktur, dimulai dari pembinaan usia dini.

Supian, berharap kursus pelatih ini menjadi langkah awal dalam mencetak pelatih-pelatih muda yang mampu membina pemain potensial sejak dini.

“Oleh karena itu, saya berharap melalui kursus ini akan muncul pelatih-pelatih hebat yang nantinya bisa melahirkan bibit muda berbakat, calon pemain masa depan. Semuanya dimulai dari sini,” ucapnya.

Wali kota juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai kursus pelatih lisensi D ini merupakan langkah nyata dalam membangkitkan kembali semangat sepak bola di Kota Depok.

“Intinya para peserta harus tetap semangat meskipun dalam segala kekurangan dan keterbatasan. Insya Allah kalau setiap klub di tiap kecamatan punya pelatih berlisensi, sepak bola Kota Depok akan maju,” tuturnya.

Tak lupa, Walikota juga berpesan agar seluruh peserta benar-benar menyerap ilmu yang diberikan oleh para instruktur.

“Apa yang disampaikan oleh para instruktur harus dipahami dengan baik. Jangan hanya formalitas, tapi benar-benar diterapkan di lapangan nanti,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here