Temui Beberapa Kendala, Proyek Pembangunan SMKN 5 Depok Ditunda Tahun Depan?

204
Kadisdik Prov Jabar dan Kadis Rumkim Depok saat meninjau lokasi pembangunan gedung SMKN 5 Depok.

Limo | jurnaldepok.id
Rencana pembangunan Gedung SMKN 5 diatas lahan seluas 5.000 M2 di wilayah RW 05, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, sulit terealisasi tahun ini.

Pasalanya, dalam proses pelaksanaan pembangunan ditemukan banyak kendala diantaranya kekurangan luas lahan, posisi lahan berada di bawah kabel sutet, serta tenggang waktu pelaksanaan pekerjaan yang sangat mepet.

Kapala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, H. Purwanto mengatakan belum bisa memastikan pelaksanaan pembangunan Gedung SMKN 5 lantaran selain posisi lahan diapit oleh dua kabel Sutet, luas lahan yang disiapkan untuk Gedung SMKN 5 sangat minim dan jauh dari memadai.

“Untuk masalah posisi lahan yang berada dibawah kabel sutet, kita perlu mendapatkan rekomendasi dari lembaga terkait dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memastikan jarak aman bangunan dari potensi radiasi sutet, sementara untuk luas lahannya saya rasa masih kurang memadai kerena untuk gedung SMA saja biasanya memerlukan lahan minimal 8.000 meter persegi bahkan kalau untuk SMK idealnya sekitar 12.000 meter persegi,” ungkap H. Purwanto saat melakukan pemantauan lahan untuk SMKN 5 Depok, pekan silam.

Potensi ditundanya pelaksanaan pembangunan gedung SMKN 5 ditanggapi beragam oleh masyarakat, ada yang mengaku kecewa lantaran sebelumnya pihak KCD Disdik Jabar telah memastikan pembangunan akan dilaksanakan tahun ini, namun sebagian warga dapat memaklumi penundaan pelaksanaan pembangunan lantaran masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi sebelum pembangunan dilaksanakan.

Abdul Gani salah satu warga Kecamatan Limo mengatakan dapat memahami jika pembangunan gedung SMKN 5 terpaksa harus ditunda karena menurutnya masih banyak hal yang wajib diselesaikan terkait realisasi pembangunan gedung teruma menyangkut persyaratan luas lahan dan keberadaan lahan yang harus aman dan layak untuk dibangun gedung sekolah.

“Sebagai warga kami tentu sangat berharap pembangunan gedung SMKN 5 dapat terlaksana tahun ini sebagaimana yang sering disampaikan di media, tapi kami juga bisa memaklumi jika ternyata masih banyak hal yang belum rapih sehingga kemungkinan pembangunan harus ditunda tahun depan,” papar Abdul Gani.

Hal senada disampaikan oleh Lurah Meruyung, Kecamatan Limo, Asep Suherman.

“Ya, enggak apa apa jika tahun ini enggak keburu, tapi kami berharap awal tahun 2027 pembangunan gedung SMKN 5 bisa dilaksanakan sebab sekolah ini sudah ada muridnya yang masih menumpang di SMKN 2, dan soal kekurangan luas lahan, kami akan mengupayakan penambahan lahan menjadi enam ribu meter persegi, asalkan tahun depan gedung sekolah bisa dibangun,” pungkas Asep. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here