Liga 4 Bergulir, Pemkot Depok Komitmen Perkuat Pembinaan Secara Berjenjang

37
Wali Kota Depok, H. Supian Suri saat mengangkat trpohy Liga 4.

Laporan: Aji Hendro
Evet Liga 4 antar klub sepak bola di Kota Depok dimulai. Kick Off dilakukan di Stadion Merpati, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, mengatakan Liga 4 Piala Wali Kota Depok tahun ini adalah yang kedua kali digelar. Liga ini pertama kali dimulai pada tahun 2025.

“Liga 4 Piala Wali Kota Depok tahun 2026 merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya setelah tahun 2025 yang lalu,” katanya, Senin (30/8/2026).

Dia menambahkan, penyelenggaraan kompetisi tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam memperkuat pembinaan sepak bola secara berjenjang.

Upaya tersebut juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kembali bisa kita gelar. Insya Allah menjadi komitmen Pak Wali Kota Depok dalam pembangunan sepak bola Kota Depok sejalan dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional,” ujarnya.

Eko menjelaskan, pembinaan sepak bola di Depok telah dilakukan melalui berbagai kompetisi berdasarkan kelompok usia. Mulai dari usia 8, 10, 12, hingga 15 tahun, dan kini dilanjutkan dengan kompetisi U-19.

“Kita telah menggelar usia 8 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 12 tahun. Alhamdulillah pada sore hari ini akan kita sama-sama buka untuk kelompok umur 19 tahun,” tuturnya.

Liga 4 Piala Wali Kota Depok 2026 diikuti 26 klub anggota Askot PSSI Kota Depok. Pertandingan akan berlangsung di enam venue, sementara Stadion Merpati digunakan khusus untuk pembukaan.

“Kompetisi ini diikuti oleh 26 klub anggota Askot PSSI Kota Depok. Yang akan berlangsung dari tanggal 30 Agustus hari ini, insyaallah akan kita tutup per tanggal 4 Oktober yang akan datang. Dan akan kita selenggarakan dalam enam venue,” tukasnya.

Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga membuka peluang bagi klub terbaik untuk membawa nama Kota Depok ke tingkat provinsi.

Tim yang keluar sebagai juara nantinya akan mendapatkan kesempatan mewakili Kota Depok dalam kompetisi Liga 4 tingkat Provinsi Jawa Barat atau yang dikenal dengan Liga Jabar Istimewa.

“Para peserta yang menjadi juara juga berkesempatan mewakili Kota Depok dalam ajang tingkat provinsi Liga 4 tingkat provinsi atau yang dikenal dengan Liga Jabar Istimewa,” ungkapnya.

Eko pun memberikan semangat kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun pengalaman dan mental bertanding.

“Kami ucapkan selamat bertanding kepada 26 tim yang telah terdaftar. Satu di antara kalian adalah calon yang mewakili Kota Depok di ajang tingkat provinsi yang akan datang,” katanya.

Di lokasi sama, Wali Kota Depok, Supian Suri meminta pemain Liga 4 Piala Wali Kota Depok 2026 tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun mental juara.

Dia mengatakan kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Depok memfasilitasi minat dan bakat generasi muda, khususnya dalam bidang sepak bola.

Ia meminta para pemain memanfaatkan kompetisi sebagai ruang untuk terus mengembangkan kemampuan.

Menurut Supian, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fisik dan teknik.

“Semangat untuk terus berlatih, semangat terus untuk belajar, baik dari sisi kemampuan fisik maupun juga kemampuan teknik, serta kemampuan mental,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membangun mental juara dalam diri setiap pemain. Bagi Supian, menjadi juara tidak semata-mata ditentukan hasil pertandingan.

“Karena tidak akan bisa lepas kemampuan mental kita dalam menjadi juara bukan hanya menang dalam arti pertandingan, tapi bagaimana mental juara juga harus kita miliki,” ujarnya.

Supian menjelaskan, Pemkot Depok telah melakukan pembinaan sepak bola secara berjenjang sejak kelompok usia dini. Pembinaan tersebut mencakup pemain di bawah usia delapan tahun hingga kelompok usia 14 dan 15 tahun.

Kompetisi Liga 4 tahun ini kemudian menjadi wadah bagi pemain kelompok umur 19 tahun. Menurut Supian, rangkaian pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang bagi anak-anak muda Depok untuk mengembangkan bakat sepak bola.

“Kami berharap sepak bola di Kota Depok terus tumbuh dan menjadi wadah bagi generasi muda,” harapnya.

Supian mengatakan penyelenggaraan kompetisi tidak mungkin hanya mengandalkan Pemerintah Kota Depok. Dukungan berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur keamanan, dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Jawa Barat menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kompetisi sepak bola Liga 4.

“Depok akan senantiasa siap berikhtiar, berupaya bagaimana sepak bola di Kota Depok akan terus tumbuh karena ini menjadi wadah buat anak-anak Kota Depok,” ungkapnya.

Supian juga berharap seluruh pertandingan berlangsung lancar dan setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan secara sportif tanpa berlanjut ke luar pertandingan. Menurut dia, sepak bola bukan sekadar persaingan untuk memenangkan pertandingan. Olahraga tersebut juga membawa semangat sportivitas, kebersamaan, dan perjuangan menjadi juara.

“Semangat hadirnya sepak bola adalah semangat sportivitas, semangat juara, semangat kebersamaan,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here