Pemkot Tata Kawasan Tapos, Mulai dari Drainase Hingga Pengaspalan Jalan

26
Terlihat penertiban bangunan liar di Jalan Raya Tapos beberapa waktu lalu.

Tapos | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penataan di Jalan Raya Tapos.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro dalam keterangannya mengatakan, saat ini di jalan Raya Tapos sedang dilakukan penataan unuk menciptakan kawasan Tapos aman, nyaman dan lebih tertata.

Pekerjaan yang dilakukan mulai dari penataan dinding penahan tanah, saluran udith, crosing box culvert, tambahan ringan, pekerjaan overlay, pekerasan aspal, dan pekerjaan marka jalan.

Pelaksanaan pekerjaan berlangsung selama 90 hari dimulai dari 12 Agustus hingga 9 Nopember 2026. Selama proses pekerjaan berlangsung, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati melintas dan mematuhi rambu lalu-lintas.

Dia menambahkan, dalam mendukung pekerjaan rekonstruksi Jalan Raya Tapos akan dilakukan penutupan berlangsung pada Selasa (1/9) malam.

Penutupan total dilakukan untuk pekerjaan crossing jalan dalam rangka rekonstruksi Jalan Raya Tapos dimulai pukul 22.00 WIB hingga Rabu (2/9) pukul 04.00 WIB berada di depan Gang Al Barokah.

Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan tidak dapat melintas di ruas tersebut. Ruas yang terdampak membentang dari Batas Bogor hingga Pintu Tol Cimanggis. Dengan demikian, pengendara perlu mengantisipasi penutupan total selama enam jam tersebut.

PUPR Kota Depok melakukan pekerjaan pada malam hingga dini hari untuk mendukung kelancaran proses rekonstruksi. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mengurangi gangguan terhadap aktivitas lalu lintas pada jam sibuk.

Yodi meminta masyarakat memperhatikan informasi penutupan jalan sebelum melintas di kawasan tersebut.

“Mohon masyarakat menyesuaikan perjalanan karena ruas jalan ditutup sementara selama pekerjaan berlangsung,” katanya, Selasa (1/9/2026).

Penutupan ini bersifat sementara dan dilakukan khusus untuk kebutuhan pekerjaan crossing jalan. Setelah pekerjaan selesai, akses jalan akan kembali dibuka.

Sementara itu, anggota DPRD Depok, M Taufik menegaskan penataan Kecamatan Tapos sebagai prioritas pembangunan wilayah perbatasan.

Kawasan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor itu diproyeksikan menjadi wajah atau etalase Kota Depok. Dirinya menekankan pentingnya menghadirkan nuansa perkotaan yang tertata di wilayah Tapos. Menurutnya, kawasan perbatasan harus mencerminkan identitas kota yang maju dan modern.

“Saya ingin masuk ke Tapos suasananya terasa sudah seperti kota. Jangan sampai nanti suasananya (Tapos) seperti di desa lagi,” katanya.

Penataan Tapos sebagai kawasan perbatasan menjadi bagian dari strategi Pemkot Depok dalam memperkuat citra kota.

Dengan pembenahan infrastruktur dan kebersihan, wilayah tersebut diharapkan tampil sebagai gerbang yang merepresentasikan wajah Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here