Alamat Tak Jelas, Ratusan Paket Bansos Terancam Dikembalikan ke Bulog

277
Petugas Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kelurahan Cinere saat menyalurkan beras Bansos.

Cinere | jurnaldepok.id
Sebanyak 699 karung beras bansos pangan Bulog jatah 233 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diwilayah Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, hingga Rabu (02/08/26) belum terdistribusikan lantaran terkendala berbagai hal diantaranya alamat KPM tidak ditemukan.

Petugas Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kelurahan Cinere, Iskandar mengatakan pihaknya telah mulai mendistribusikan paket Bansos Pangan Bulog jatah bulan Juli, Agustus dan September sejak hari Jumat tanggal 28 Agustus 2026 masih cukup banyak paket bansos yang belum tersalurkan.

“Ada beberapa kendala yang kami temukan pada kegiatan pendistribusian beras bansos Bulog diantaranya alamat KPM yang enggak jelas, KPM yang pindah rumah, KPM meninggal dunia dan sejumlah kendala lainnya, sesuai kebijakan terbaru bansos harus disalurkan kepada KPM yang tercatat di Desil satu sampai empat dan tidak boleh di alihkan ke KPM Desil 5 keatas,” papar Iskandar.

Menanggapi hal ini, Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Cinere, Ahmad Syarif mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran para KPM yang belum mengambil jatah bansos pangan bulog.

“Kami sudah melakukan penelusuran terhadap KPM yang belum mengambil jatah bansos, ternyata banyak KPM yang sudah pindah rumah, alamat KPM nya tidak ditemukan dan ada juga KPM yang telah meninggal dunia, kami masih memberi jeda waktu beberapa hari lagi barangkali masih ada KPM yang memenuhi persyaratan yang akan mengambil jatah bansos di Kelurahan,” paparnya.

Dikatakannya, jika sampai pekan depan masih ada paket yang belum terdistribusikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan apakah paket bansos tersebut harus dikembalikan ke Bulog atau ada kebijakan lain.

“Kami memberi tenggang waktu sampai pekan depan kalau masih ada paket bansos yang belum tersalurkan mungkin akan dikembalikan ke Bulog,” tutupnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here