Komplotan Maling Mobil Truk Diringkus Polisi, Satu Pelaku Ditembak

32
Polisi saat menunjukkan pelaku pencurian mobil truk beserta barang bukti yang digunakan.

Tajurhalang | jurnaldepok.id
Tim Opsnal Polsek Tajurhalang berhasil meringkus spesialis komplotan pencuri kendaraan truk. Komplotan ini terdiri dari empat orang. Mereka beraksi di Jalan Kalisuren RT 01 RW 06, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang.

Kanit Reskrim Polsek Tajurhalang, Ipda Edy Suyanto dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, korban yaitu AS melapor telah kehilangan satu unit armada berupa truk Mitsubishi Canter tahun 2024 dengan nomor polisi B 9391 VDB. Saat itu kendaraan sedang diparkir dalam gudang.

“Dari rekaman kamera CCTV yang terpasang di gudang merekam empat orang berhasil masuk dan langsung mencuri truk yang sedang diparkir,” katanya, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan hasil pendalaman penyelidikan dan keterangan saksi serta barang bukti rekaman kamera CCTV identitas masing-masing pelaku yang mencuri truk berhasil terungkap.

Pelaku diamankan di tempat persembunyiannya di Rumpin, Kabupaten Bogor. Pelaku saat ini sudah mendekam di Polsek Tajurhalang. Dari empat pelaku, satu diantaranya yaitu I alias Dablang tercatat pernah dipenjara atau residivis kasus yang sama.

“Akibat mencoba kabur saat akan ditangkap pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas terukur bersarang timah panah dari senjata api petugas di betis kakinya,” tuturnya.

Ada kemungkinan selain mencuri truk juga pelaku mencuri motor yang terparkir di jalan maupun teras rumah. Hal ini diyakini dari anggota yang menyita barang bukti berupa 1 buah gagang kunci letter T, 5 buah anak kunci leter t, 2 buah modem warna hitam untuk mematikam GPS.

Kemudian diamankan juga dua buah cutter warna hijau, satu buah tang kecil warna hijau, satu tang pemotong warna kuning, dan satu tas selempang. Serta fotocopi surat BPKB dam STNK Truk curian.

Pelaku dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian pemberatan curanmor ancaman penjara tahun penjara.

Sementara itu, I alias Dablang mengaku mengulangi perbuatannya karena kebutuhan hidup.

“Lagi butuh uang dan buat beli susu akhirnya ikut mencuri bersama teman-teman lain. Karena lagi pas butuh jadi kembali terjun kembali mencuri,” katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here