Jabatan Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Kosong, Siapa Mau Gantiin?

118
Anggota Dishub Depok saat mengikuti upacara.

Margonda | jurnaldepok.id
Sejak tanggal 1 Juli 2026 jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok kosong. Kekosongan terjadi paska Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, M Zamrowi memasuki masa purna bhakti.

Menanggapi hal itu, Zamrowi mengaku bersyukur dapat menuntaskan amanah yang telah diembannya selama puluhan tahun. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan kerja apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan.

“Alhamdulillah atas segala perjalanan pengabdian ini. Saya juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan dan kekhilafan,” katanya, Kamis (2/7/2026).

Kepada seluruh jajaran Dishub Depok, Zamrowi menitipkan pesan agar semangat melayani masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Teruslah bekerja dengan ikhlas, sepenuh hati, dan tetap semangat dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang perhubungan,” pesannya.

Bagi Zamrowi, berakhirnya masa tugas bukanlah akhir dari nilai-nilai pengabdian. Ia berharap Dishub Kota Depok terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semoga Dinas Perhubungan Kota Depok semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Depok, Ari Manggala menambahkan, kepemimpinan Zamrowi selama menjabat sebagai Kepala Dishub Kota Depok dinilai telah meninggalkan fondasi yang kuat bagi pembangunan sektor transportasi.

“Berbagai kebijakan strategis yang diinisiasi menjadi pijakan penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ari, selama memimpin Dishub, Zamrowi mampu menghadirkan arah kebijakan yang terencana dan terukur melalui sinergi lintas perangkat daerah.

Sejumlah program strategis berhasil direalisasikan, mulai dari pelebaran simpang dan ruas jalan, peningkatan rekayasa lalu lintas, hingga penguatan sistem transportasi perkotaan. Berbagai inovasi pelayanan publik juga lahir pada masa kepemimpinannya.

Diantaranya pengembangan layanan angkutan massal melalui program Buy The Service (BTS), integrasi Sistem Informasi Dishub (SIM Dishub), sistem pengaduan daring, serta layanan pendaftaran pengujian kendaraan yang semakin memudahkan masyarakat.

“Beliau bukan hanya menjalankan peran sebagai pimpinan, tetapi menjadi teladan dalam bekerja, bersikap, dan melayani masyarakat. Dedikasi, ketegasan, integritas, dan kebijaksanaan beliau menjadi inspirasi bagi kami semua,” katanya.

Ari menilai keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari nilai-nilai yang tertanam dalam setiap insan di dalamnya.

“Dari beliau, kami belajar melayani masyarakat merupakan sebuah kehormatan. Disiplin harus berjalan berdampingan dengan kepedulian, dan ketegasan harus diiringi kebijaksanaan,” ujarnya.

Ia berharap semangat pengabdian serta nilai-nilai kepemimpinan yang telah dibangun Zamrowi dapat terus dijaga dan diteruskan oleh seluruh jajaran Dishub Kota Depok.

Dengan berakhirnya masa tugas Zamrowi, kini terbuka peluang bagi ASN Pemkot Depok untuk menempati jabatan tersebut, tentunya sesuai dengan pangkat dan golongan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here