Belum Ada Perkembangan, Koperasi Merah Putih Hadapi Kendala

750
Pengurus dan Anggota KMP foto bersama.

Sawangan | jurnaldepok.id
Meski sudah hampir tiga bulan pasca diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, namum kegiatan usaha Koperasi Merah Putih (KMP) khususnya di wilayah perkotaan hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan siginifikan.

Fenomena ini terjadi hampir di seluruh wilayah perkotaan, termasuk Kota Depok yang memiliki 63 Koperasi Merah Putih Kelurahan.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Syahrul Amin Nasution mengatakan banyak faktor yang menyebabkan KMP Kelurahan sulit berkembang dan kendala tersebut belum bisa diatasi oleh pihak terkait sehingga membuat KMP seolah layu sebelum berkembang.

“Banyak faktor yang menjadi kendala dan ini tidak hanya terjadi di Kota Depok saja namun hampir di seluruh wilayah perkotaan,” ungkap Syahrul Amin Nasution.

Dia mengatakan, sejumlah faktor penyebab lambannya perkembangan usaha KMP di perkotaan antara lain : masifnya sistem penjualan secara online yang berimbas terhadap menurunnya omzet usaha konvensional, rendahnya kesadaran masyarakat perkotaan untuk menghidupkan kembali usaha berbasis kerakyatan dengan sistem pengelolaan secara gotong royong, minimnya permodalan, kurang maksimalnya dukungan pihak pihak terkait, serta berbagai faktor lainnya.

Dia menyayangkan dukungan penuh yang telah diberikan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah tidak di folllow up secara maksimal oleh aparatur dan stakeholder dilevel bawah hal itu dirasakannya saat pihaknya ingin mengoptimalkan kios di Pasar Rakyat Jabar Juara di terminal Sawangan untuk dijadikan sekretariat KMP.

Namun, kata dia, hal itu gagal lantaran wajib membayar sewa kios setahun terlebih dahulu dan dalam kaitan itu tak ada pihak yang mau membatu memperjuangkan kendala tersebut sehingga sampai hari ini sekretariat KMP terpaksa menumpang di rumah salah satu pengurus Koperasi yang tentunya kurang representatif dijadikan sebagai tempat memajang produk usaha Koperasi.

“Kami tak berhasil menempati salah satu kios di Pasar Rakyat Jabar di terminal Sawangan Permai karena harus bayar uang sewa kios untuk setahun,terkait hal ini kami sudah berkirim surat resmi ke Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok namun sampai sekarang belum ada jawaban yang menggembirakan,” imbuhnya.

Saat ditanya soal omzet hasil kegiatan usaha KMP, Syahrul menjelaskan saat ini omzet kegiatan usaha di KMP Sawangan Baru masih sangat kecil bahkan menurutnya masih jauh lebih kecil dibanding omzet kios rokok pinggir jalan.

“Sebenarnya malu kalau membicarakan omzet, karena rata rata dalam sebulan omzet kegiatan usaha di Koperasi kami hanya berkisar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta rupiah saja, atau setara dengan Rp 30 ribu hingga Rp 70 ribu / hari,” ungkapnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here