
Margonda | jurnaldepok.id
Di Tahun Ajaran baru 2026-2027 Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan kembali melanjutkan program Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG). Bahkan tahun ini jumlah sekolah yang ikut serta bertambah.
Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan Pemkot Depok kembali melaksankan program RSGG untuk tahun ke dua.
“Kami melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak yayasan untuk mendukung Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis tingkat SMP dan PAUD di Kota Depok,” katanya, Minggu (14/6/2026).

Dia menambahkan, program RSSG merupakan keberlanjutan dari tahun sebelumnya yang telah berjalan dengan baik. Pada tahun ini, jumlah sekolah yang bergabung dalam program RSGG bertambah.
“Ya, program RSSG ini ikhtiar Pemkot dalam memperluas pendidikan yang bermutu. Kami lakukan penandatanganan MoU sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat melalui dukungan layanan pendidikan,” ujarnya.
Dia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus memberikan akses pendidikan gratis bagi masyarakat.
Penambahan lima sekolah baru dilakukan berdasarkan pengajuan dari lembaga pendidikan dan kebutuhan wilayah. Seluruh kecamatan di Kota Depok kini telah memiliki sekolah yang tergabung dalam program RSSG, meskipun jumlahnya tidak sama di setiap wilayah.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan akses pendidikan dan menjadi solusi atas keterbatasan kursi di sekolah negeri.
“Tahun kedua ini kelas VII dan VIII sudah berjalan. Kami juga menambah lima sekolah baru tingkat SMP, terdiri dari satu MTs dan empat SMP,” tukasnya.
Tahun pertama, ada 47 sekolah yang ikut dalam program RSSG. Dan tahun ini bertambah lima menjadi 52 sekolah. Kemudian ada 22 jenjang PAUD dan RA yang juga bergabung.
“Total ada 74 sekolah yang melakukan MoU dan berkomitmen bersama-sama memajukan pendidikan di Kota Depok,” tukasnya.
Dengan penambahan tersebut, total sekolah yang tergabung dalam program RSSG mencapai 52 sekolah tingkat SMP dan sederajat. Terdiri dari 37 SMP swasta dan 15 Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Pada tahun ajaran 2026-2027 ada 22 lembaga PAUD yang ikut dalam program sekolah swasta gratis. Pemerintah memperkirakan sekitar 3.600 siswa tingkat SMP/MTs dan 1.100 anak PAUD akan menerima manfaat program tersebut pada tahun ini.
Dia menambahkan, banyak orangtua siswa masih menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama karena dianggap memiliki mutu pendidikan dan fasilitas yang lebih baik.
Dalam program RSGG Pemkot Depok mengaku telah bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk pendampingan mutu pendidikan. Selain itu, Pemkot berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), terutama untuk penguatan pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah.
Rencananya, mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut akan dilibatkan dalam proses pendampingan dan peningkatan kapasitas guru.
“Kami ingin kualitas sekolah swasta gratis tidak kalah dengan sekolah negeri, bahkan mampu bersaing,” tukasnya.
Ditekankan bahwa siswa yang diterima melalui jalur RSSG harus memperoleh layanan pendidikan tanpa biaya tambahan. Pemerintah membuka ruang pengaduan apabila ditemukan pungutan di luar ketentuan.
“Kami ingin memastikan program ini 100 persen gratis. Kalau ada pungutan, silakan laporkan,” tegasnya.
Pemerintah menyatakan akan berupaya memberikan dukungan tambahan sesuai kemampuan anggaran daerah agar ruang belajar dan fasilitas sekolah menjadi lebih representatif.
Melalui program tersebut, Pemkot Depok berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang terhambat mengakses pendidikan karena alasan biaya maupun tidak tertampung di sekolah negeri.
“Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan ini, tidak ada lagi siswa yang tidak bersekolah karena tidak masuk SMP Negeri dan tidak memiliki biaya. Semua kita akomodir, kita bantu, dan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa kita penuhi,” pungkasnya. n Aji Hendro








