
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Maraknya aksi pencurian jemuran pakaian di wilayah Kampung Parung Bingung, Kecamatan Pancoran Mas, memantik kekesalan warga khususnya ibu rumah tangga yang setiap hari membutuhkan wadah tempat menjemur pakaian.
Kekesalan warga khususnya para ibu rumah cukup beralasan mengingat aksi pencurian jemuran pakaian sangat masif terjadi bahkan dalam sepekan terakhir 4 set jemuran milik warga Rt 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) hilang digondol oleh pencuri.
Setelah mencuri dua set jemuran pakaian milik keluarga Asniah dan satu set jemuran milik keluarga Syarifudin, Rabu dini hari (03/06/26) giliran jemuran milik keluarga Rosanih yang di bawa kabur oleh sang pencuri.

Kepada Jurnal Depok, Mpo Encit sapaan Rosanih mengaku telah mengikat jemuran miliknya ke tembok rumah dengan menggunakan tali berbahan kain namun tali pengikat sengaja di putus diduga dengan menggunakan korek api oleh sang pelaku pencurian.
“Baru kemarin sore saya diingatkan oleh tetangga saya kerena sebelumnya sudah tiga jemuran milik warga hilang, eh malah pagi nya jemuran saya yang hilang padahal sudah saya ikat kenceng ditembok,” katanya.
Menanggapi kejadian ini, Ketua RT 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Kecamatan Pancoran Mas, Taufik Zajuli mengingatkan kepada warga untuk lebih waspada dan mengamankan barang barang yang tersimpan di luar rumah.
“Kelihatannya memang sepele cuma jemuran baju atau pakaian yabg harganya tidak terlalu besar tapi jemuran dibutuhkan setiap hari untuk tempat mengeringkan pakaian, kalau dalam seminggu sudah empat set jemuran yang hilang maka ini patut diwaspadai dan kalau bisa mulai sekarang jemuran masukin kedalam rumah,” pinta Taufik.
Dia meminta kepada warga untuk kembali mengaktifkan kegiatan ronda malam guna mengurangi potensi gangguan keamanan lingkungan yang cenderung meningkat.
“Aksi pencurian dilingkungan seperti nya semakin merajalela, sebelumnya besi penutup bak kontrol saluran air (Drainase) yang sudah dua kali hilang dicuri orang, sekarang malah jemuran pakaian yang diincar maling,” pungkasnya. n Asti Ediawan








