Alhamdulilah…Jamaah Haji Asal Depok Tiba Dengan Selamat, Satu Masih Dirawat di Arab

3
Salah seorang jamaah haji saat tiba di halaman Balaikota Depok.

Margonda | jurnaldepok.id
Sekitar 440 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 02 JKS asal Kota Depok tiba di Indonesia. Kedatangan jemaah disambut sanak keluarga di halaman Balaikota Depok Jalan Margondan, Kecamatan Pancoran Mas.

Isak tangis haru campur gembira mewarnai penyambutan jamah haji asal Kota Depok yang selama satu bulan berada di Tanah Suci.

Ketua Kloter 02 JKS, Cutra Sari mengatakan, mayoritas jemaah dalam kelompok terbang tersebut merupakan lanjut usia (lansia) dengan berbagai kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji.

“Jemaah kami berjumlah 440 orang ditambah empat petugas. Sebagian besar adalah jemaah lansia, termasuk 19 orang pengguna kursi roda. Banyak juga yang memiliki penyakit penyerta dan masuk kategori risiko tinggi,” katanya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang bertugas sebagai pembina, pelayan, dan pelindung jemaah selama berada di Tanah Suci. Puncak tantangan terjadi saat pelaksa naan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Saat pemberangkatan menuju Arafah, jemaah harus menghadapi suhu udara yang mencapai 48 derajat Celsius.

“Petugas harus benar-benar sehat, kuat, gesit, dan tangkas karena Armuzna selalu menjadi medan terberat bagi jemaah, terutama yang lansia,” ujarnya.

Untuk menjaga keselamatan jemaah rentan, pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah menerapkan skema khusus.

Jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan yang berisiko tinggi tidak diwajibkan bermalam di Muzdalifah dan langsung diberangkatkan ke Mina setelah singgah sebentar. Selain itu, sebagian jemaah dengan kondisi kesehatan berat juga dibadalkan dalam pelaksanaan lontar jumrah.

Sementara itu, salah seorang jemaah haji, Yusuf (61) mengaku, bersyukur dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat setelah menjalani seluruh rangkaian ibadah.

“Alhamdulillah sangat bahagia bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Memang cuaca di Makkah sangat panas dibandingkan Depok, tetapi kalau niat ibadah sudah kuat, semuanya bisa dijalani,” katanya.

Dia menilai ibadah haji membutuhkan kesiapan finansial, fisik, mental, dan kemampuan berpikir yang baik. Menurutnya, ibadah haji sebaiknya dilaksanakan saat usia masih produktif dan kondisi fisik masih prima.

“Kalau masih muda dan fisik masih kuat tentu lebih baik, karena selama haji kita banyak berjalan kaki dan membutuhkan stamina yang kuat,” ujarnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here