Hasil Panen Melimpah, Budi Daya Maggot Terkendala Pemasaran

203
Beberapa stakeholder saat mengunjungi rumah maggot.

Limo | jurnaldepok.id
Kegiatan budidaya Maggot di dirumah Maggot Rw 10 Meruyung, Kecamatan Limo terbilang cukup sukses hal ini dapat dilihat dari hasil produksi yang cenderung terus meningkat, namum sayangnya melimpahnya hasil panen maggot tidak selaras dengan pemasaran hasil panen sehingga maggot dewasa hasil budidaya banyak menumpuk di box dan tidak terjual.

Fauzi salah satu karyawan rumah Maggot RW 10, Meruyung mengaku kesulitan menjual hasil panen maggot yang sangat melimpah dan sebagai solusinya dia dan seorang karyawan lainnya tepaksa mengoptimalkan maggot untuk pakan ternak sendiri.

“Ya, hasil budidaya banyak, tapi jualnya susah,” ungkap Fauzi.

Kesulitan pemasaran hasil panen Maggot di Rumah Maggot RW 10, Meruyung dibenarkan oleh Ketua Pokmas Meruyung Mandiri, Ahmad Amrullah.

“Waktu panen perdana tidak ada masalah karena saat itu hasil panen kami masih bisa dijual ke Prosa Green salah satu perusahaan yang menjadi mitra usaha budidaya maggot di tempat kami, namun setelah itu mereka tidak lagi mau membeli hasil panen maggot sehingga kami kesulitan untuk menjual hasil budidaya,” ungkap AA, sapaan Ahmad Amarullah.

Sulitnya pemasaran hasil panen maggot menurut AA tentu sangat berdampak terhadap upaya pengembangan budidaya maggot sebab mulai Januari 2026 para pekerja di rumah maggot tidak lagi mendapatkan honor dari pemerintah.

“Sejak bulan Januari biaya operasional budidaya maggot sudah tidak lagi disupport oleh Pemerintah, untuk menutupi biaya operasional kami arahkan para karyawan untuk beternak ayam, bebek, dan budidaya ikan dan sebagian hasil panen maggot dioptimalkan untuk pakan ternak sendiri,” ujar Ahmad Amarullah.

Menanggapi hal ini, pendamping program budidaya Maggot dari unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Casmin HS mengatakan akan mengupayakan hasil panen maggot Meruyung untuk dibeli oleh Biomagg salah satu perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah dalam program Budidaya Maggot.

“Coba nanti kita akan tanya pihak Biomagg apakah mereka bisa mengakomodir hasil panen maggot dari rumah maggot Meruyung,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here