
Tapos | jurnaldepok.id
Arus mudik tahun 2026 di Kota Depok mulai terasa. Terlihat dari aktivitas di Terminal Tipe A Jatijajar, Kecamatan Tapos sudah mulai padat pada Sabtu Minggu, 14-15 Maret 2026.
Kepala Terminal Jatijajar, Rafik Hidayat kepada wartawan mengatakan, diprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu (18/3).
Saat ini volume pemudik sudah terlihat ramai di Terminal Jatijajar. Berdasarkan data pergerakan penumpang di Terminal Jatijajar selama periode angkutan mudik dalam tiga tahun terakhir (2023–2025), tren puncak arus mudik tercatat terjadi pada rentang H-3 hingga H-2 sebelum hari raya.

“Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memilih melakukan perjalanan beberapa hari sebelum Lebaran untuk menghindari kepadatan pada saat mendekati hari H,” katanya, Minggu (15/3/2027).
Dia menambahkan, pada tahun 2023 jumlah penumpang tertinggi tercatat pada H-3 dengan total 2.802 penumpang. Kemudian tahun 2024, puncak pergerakan penumpang terjadi pada H-2 dengan jumlah 2.326 penumpang. Selanjutnya tahun 2025, puncak arus mudik kembali tercatat pada H-3 dengan jumlah 2.059 penumpang.
Melihat pola tersebut, mengenai prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 18 Maret dinilai sejalan dengan tren pergerakan penumpang pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, pihak pengelola terminal memperkirakan lonjakan penumpang akan mulai terasa sejak beberapa hari sebelumnya dan mencapai puncaknya pada periode tersebut.
“Meningkatnya mobilitas masyarakat dipengaruhi oleh momentum libur panjang yang akan datang,” ujarnya.
Terkait adanya kenaikan tarif bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang dilakukan pihak Perusahaan OtoBus (PO),
Rafik Hidayat menuturkan, bahwa kenaikan harga tiket jelang Lebaran merupakan hal yang wajar.
Namun, PO bus yang hendak menaikan harga tiket harus melapor ke pihak terminal. Rafik menyebut, hingga kini kenaikan harga tiket di Terminal Jatiajar beragam, namun paling tinggi sekitar 30 persen.
“Kami di sini untuk para PO sendiri juga ada kenaikan, tapi harus dilaporkan ke kami,” tukasnya.
Sementara itu, Yanto, seorang penumpang mengaku membeli tiket bus tujuan Klaten, Jawa Tengah seharga Rp380 ribu.
“Selain arus mudik, biasanya harga tiket Rp250 ribu, itu hari biasa bukan mau lebaran,” katanya. n Aji Hendro








