Angka Kemiskinan di Depok Turun, Enggak Percaya? Nih Jumlahnya

178
Kondisi Kamoung Lio, Kecamatan Pancoran Mas dilihat dari ketinggian

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Angka kemiskinan di Kota Depok menurun dan capaian makro pembangunan Kota Depok tahun 2025 menunjukkan tren positif. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah saat pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Kota Depok pada Jumat (27/3).

Chandra mengatakan, tingkat kemiskinan tercatat 2,31 persen atau sekitar 63 ribu jiwa, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,34 persen.

Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka Kota Depok pada Agustus 2025 tercatat 6,52 persen, meningkat dari 6,27 persen pada tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus memperkuat program ketenagakerjaan.

“Langkah yang perlu dilakukan antara lain penciptaan wirausaha baru, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan program di sektor tenaga kerja,” katanya, Minggu (29/3/2026).

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok tahun 2025 mencapai 84,04. Ini menunjukkan peningkatan kualitas pembangunan manusia, termasuk akses dan kualitas layanan dasar masyarakat.

Dalam aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan Kota Depok tahun 2025 mencapai Rp4,33 Triliun atau 95,52 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp4,14 Triliun atau 89,66 persen dari rencana anggaran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas belanja daerah melalui prinsip money follow program, dengan fokus pada program prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Chandra menegaskan, secara umum penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2025 berjalan baik, meskipun masih terdapat beberapa program yang perlu ditingkatkan.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan ke depan, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga pengendalian dan evaluasi program,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok melaporkan penurunan angka kemiskinan di kota tersebut. Pada tahun 2024, angka kemiskinan tercatat sebesar 2,34 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kemiskinan di Jawa Barat yang mencapai 7,46 persen.

Kepala BPS Kota Depok, Agus Marzuki mengatakan, angka ini menunjukkan tren positif.

“Persentase penduduk miskin Kota Depok tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 0,4 persen poin, dari 2,38 persen menjadi 2,34 persen,” katanya.

Agus menjelaskan, angka kemiskinan di Kota Depok telah mengalami fluktuasi sejak 2004, namun cenderung menurun secara konsisten.

Pada tahun 2004, angka kemiskinan tercatat sebesar 4,84 persen, menurun menjadi 2,07 persen pada tahun 2019. Dia menambahkan, persentase penduduk miskin pada tahun 2025 sebesar 2,31 persen, menurun 0,03 persen poin terhadap tahun 2024.

Jumlah penduduk miskin pada tahun 2025 sebanyak 63,45 ribu orang, bertambah 0,85 ribu orang jika dibandingkan dengan tahun 2024.

Garis Kemiskinan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp884.663/kapita/bulan. Potret kemiskinan di Kota Depok dalam lima tahun terakhir menunjukkan dinamika yang menarik.

Jumlah penduduk miskin memang berfluktuasi, namun persentasenya terhadap total penduduk cenderung menurun, dari 2,58% (2021) menjadi 2,31% (2025).

“Ini menunjukkan bahwa proporsi penduduk miskin semakin kecil dibandingkan total penduduk,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here