
Cimanggis | jurnaldepok.id
Tim Tim Manusia Unggul, Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Maung Asri) yang baru dilantik oleh Walikota Depok, Supian Suri langsung melakukan gerak cepat.
Tim Maung Asri melakukan penutupan Tempat Pembuangan Sampah Liar di Kawasan Limo dan Jalan Raya Bogor eks gedung Ramayana, Cimanggis.
Koordinator Tim Maung Asri, Tri Sakti Anggoro mengatakan, Tim Maung Asri menerima adanya laporan warga terkait adanya tumpukan sampah di RW 04 dan 15 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.

“Begitu laporan masuk, petugas kita langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan di lokasi,” katanya, Rabu (11/2/2026).
Tim melakukan pengecekan ke lapangan dan berkordinasi dengan pihak Kelurahan Limo.
“Apakah bisa kami tangani secara langsung atau harus berkoordinasi dengan OPD terkait, ternyata kita atasi langsung menutup tumpukan sampah,” ujarnya.
Sakti juga menekankan pentingnya transparansi publik. Dia memastikan setiap pelapor akan mendapatkan pembaruan informasi mengenai status aduan mereka.
“Hasil layanan kami akan kami sampaikan ke pelapor secara terbuka. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keamanan dan kenyamanan warga yang melintas di Jalan Pemuda, sekaligus membuktikan komitmen Pemkot Depok dalam menjaga fasilitas umum,” paparnya.
Sebelumnya, Wali Kota Depok,Supian Suri usai melaunching Tim Maung Asri di Balaikota Jalan Margonda mengatakan peresmian tim ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, terkait penataan kebersihan kota dan kabupaten.
Supian mengatakan, arahan Presiden Prabowo Subianto mencakup penanganan sampah, penertiban baliho dan spanduk, serta elemen kota lain yang dinilai mengganggu estetika dan keselamatan.
“Ada arahan langsung dari Pak Presiden terkait kebersihan kota dan kabupaten, mulai dari persoalan sampah, baliho, spanduk, dan hal lainnya. Hari ini kami mengumumkan Tim Manusia Unggul, Aman, Sehat, Resik, dan Indah Depok atau Tim Maung Asri Depok,” katanya.
Tim Maung Asri bertugas berkeliling wilayah Kota Depok untuk memantau kondisi lapangan yang perlu segera ditindaklanjuti. Mulai dari jalan berlubang, potensi pohon tumbang, sampah berserakan, bangunan yang terlalu maju ke badan jalan, hingga billboard yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan.
Menurutnya, selama ini banyak informasi kondisi di lapangan justru diperoleh dari laporan masyarakat melalui media sosial, seperti Depok 24 Jam dan Sawangan Update. Meski membantu, kondisi ini kerap menimbulkan persepsi bahwa pemerintah baru merespons setelah adanya laporan publik.
“Kita ingin memaksimalkan layanan ke masyarakat. Harapannya, kita bisa jauh lebih awal mengetahui kondisi-kondisi lapangan dibandingkan masyarakat,” jelasnya.
Pembentukan Tim Maung Asri Depok sejalan dengan konsep Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. ASRI dimaknai sebagai aman, sehat, resik atau bersih, dan indah. n Aji Hendro








