
Margonda | jurnaldepok.id
Pihak Kepolisian Polres Metro Depok berhasil menangkap seorang wanita yang membuang anak kandungnya di toilet Stasiun Citayam, Kecamatan Cipayung, hingga meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi kepada wartawan mengatakan pelaku OM seorang perempuan ditangkap petugas keamanan stasiun.
Dia menambahkan pelaku membunuh anak dan membuangnya di toilet stasiun karena meras malu melahirkan karena diluar menikah

“Pelaku hamil diluar nikah oleh kekasihnya yang tidak bertanggung jawab.
Karena merasa malu dan stress akhirnya membunuh bayi perempuan baru berusia sekitar empat hari dengan cara direndam air. Lalu wajahnya dibekap ditutup menggunakan kain sehingga nyawanya sudah tidal dapat tertolong lagi.
Sewaktu darah dagingnya sendiri dihabisi pelaku sedang dalam keadaan stress. Tanpa pikir panjang anak dari hubungan dengan pacarnya sendiri tersebut langsung dihabisi dengan cara sadis.
“Sang pacar kabur setelah menghamili pelaku. Setelah itu Omy ini malu dan melahirkan sendiri dengan cara melihat tutor di Youtube,” ungkapnya.
Sehari-hari pekerjaan pelaku, lanjut Made Budi, sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Kota Depok.
“Kasus pelaku ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Metro Depok. Sekarang pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik lebih dalam lagi,” tuturnya.
Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku polisi menjeratnya dengan tindakan pidana kekerasan terhadap anak dan atau seorang ibu dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya.
Pelaku diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
Sesuai dalam Pasal pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau 341 KUHP.
Diberitakan sebelumnya, seorang petugas kebersihan menemukan seorang bayi jenis perempuan dalam kondisi meninggal dunia di WC Stasiun Citayam Kecamatan Cipayung.
Berdasarkan informasi dilapangan menyebutkan penemuan jasad bayi yang diperkirakan masih lima hari itu berawal saat petugas kebersihan mengecek kebersihan WC umum.
Saat melakukan pemeriksaan kebersihan WC petugas melihat tas atau Gody Bag warna hijau yang tergantung diduga milik penumpang commuterline yang tertinggal.
Kemudian petugas tersebut membuka tas tersebut. Saat membuka tas yang terlihat mencurigakan, petugas mendapati bayi dalam kondisi meninggal dunia.
Atas temuan itu petugas kebersihan melaporkan ke petugas Keamanan Stasiun Citayam yang kemudian.diteruskan ke Polres Metro Depok. Tim identifikasi dan olah TKP segera datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal, mengamankan barang bukti, serta memeriksa area toilet yang menjadi lokasi penemuan.
Saat dilakukan pemeriksaan didalam tas ditemukan kertas yang berisikan tulisan. Dalam kertas tersebut menyatakan bahwa si orang tua tidak mampu menguburkan bayi tersebut.
“Tolong bantu saya, siapapun anda. Kuburkan anak saya dengan layak. Maafkan saya, saya tidak mampu menjadi anak yang baik. (Saya gagal merawat putriku ini),”isi surat tersebut. n Aji Hendro








